Aturan Teknis Soal Impor Daging Jeroan Segera Terbit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membeli daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 4 Juli 2016. Mendekati Lebaran, harga kebutuhan pokok terus naik, daging ayam naik mencapai Rp 40.000 per kg dan daging sapi Rp 130.000 per kg. TEMPO/Prima Mulia

    Warga membeli daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 4 Juli 2016. Mendekati Lebaran, harga kebutuhan pokok terus naik, daging ayam naik mencapai Rp 40.000 per kg dan daging sapi Rp 130.000 per kg. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku usaha importir daging dapat segera mengajukan rekomendasi teknis dan izin impor daging jenis jeroan setelah Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) diterbitkan. Pemerintah menyebut beleid itu tengah dalam proses pengesahan di Kemenkumham dan diharapkan segera terbit pekan ini.

    Jenis daging jeroan yang dibuka yaitu hati, paru, dan jantung. Permentan yang dinomori 34/2016 tersebut mengatur tentang Pemasukan Karkas, Daging, Jeroan, atau Olahanya ke dalam Wilayah RI. Permentan itu merupakan revisi dari Permentan 58/2015.

    Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Ditjen PKH Kementan Sri Mukartini menyampaikan ada beberapa hal yang menjadi garis besar yang menjadi poin pokok revisi selain kebijakan dibukanya impor jeroan.

    “Permohonannya bukan per empat bulan lagi, tapi bisa sepanjang tahun dengan waktu realisasi 6 bulan. Jeroan juga bisa masuk pasar tradisional yang ada rantai pendingin,” kata Sri di Jakarta, Selasa, 19 Juli 2016.

    Kementan beralasan pembukaan impor jeroan dilakukan karena harga komoditas itu di dalam negeri mencapai Rp 60 ribu per kilogram, sedangkan harga yang diimpor diprediksi berada di level Rp 20 ribu - Rp30 ribu.

    Sri menambahkan impor jeroan pun hanya bisa berasal dari negara-negara yang bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) seperti Australia dan Selandia Baru.

    Di tempat terpisah, Menteri Perdagangan Selandia Baru, Todd McClay menyebut dalam jalinan kerjasama, Indonesia membuka peluang bagi Selandia Baru untuk memperluas impor produk daging selain memasarkan produk-produk asal susu (dairy products).

    “Pemerintah Indonesia sudah menyebut berminat terhadap produk daging sekunder dan jeroan dari Selandia Baru. Ada peluang besar di sini, baik untuk menyediakan daging yang berkualitas tinggi bagi Indonesia dan membuat harganya lebih murah,” jelas Todd.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.