IHSG Ditutup Menguat di Level 5.172,83  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 Oktober 2014. IHSG ditutup menguat 11,586 poin (0,23%) di 5.040,532 pada Senin (20/10) karena pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    Sejumlah orang mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 Oktober 2014. IHSG ditutup menguat 11,586 poin (0,23%) di 5.040,532 pada Senin (20/10) karena pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    TEMPO.COJakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,88 persen atau 45,33 poin ke level 5.172,83 pada Selasa sore, 19 Juli 2016. Sebelumnya, IHSG dibuka di zona hijau, naik 0,11 persen atau 5,40 poin di level 5.132,90. IHSG sempat berada di level tertinggi pada 5.132 dan 5.193.

    Dari sembilan saham sektoral yang diperdagangkan, tujuh sektor mengalami penguatan. Penguatan tersebut didorong saham sektor keuangan yang naik 2,5 persen atau 17,98 persen di level 747,58. Disusul sektor basic industry dengan penguatan 1,2 persen atau 5,1 poin di angka 440,13.

    Menurut analis ekonomi dari Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, menguatnya IHSG masih dipengaruhi sentimen positif dari dalam negeri, yakni ekspektasi pasar terhadap tindak lanjut Undang-Undang Tax Amnesty, menyusul PMK yang diterbitkan kemarin. 

    "Saham perbankan menguat, tentu dengan penunjukan 18 bank persepsi, kemudian ada 18 asset management dan 19 perusahaan sekuritas. Saya lihat tax amnesty masih mempengaruhi," kata Hans saat dihubungi pada Selasa, 19 Juli 2016.

    Hari ini, saham sektor agrikultur dan sektor infrastruktur mengalami penurunan masing-masing 1 persen di level 1.800 dan 1.165,08. Hans menuturkan hal itu terjadi karena adanya aksi ambil untung di tengah menurunnya harga CPO. 

    "Kalau kita lihat, agri memang kenaikannya agak berat karena CPO sendiri yang trigger-nya diperkirakan agak terbatas dan menguatnya enggak terlalu banyak. Jadi lebih ke profit taking," ucapnya.

    Untuk perdagangan besok, Hans memperkirakan IHSG akan mencoba menguji resistan 5.200, dengan catatan tidak diwarnai aksi ambil untung oleh pelaku pasar. "Saya pikir akan hit do 5.200 dan support 5.150 dan rawan profit taking," katanya.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.