Antisipasi Macet Mudik, Jalan Tol Trans Jawa Dikebut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja membangun tiang underpass di lokasi megaproyek infrastruktur jalan tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, 17 April 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah pekerja membangun tiang underpass di lokasi megaproyek infrastruktur jalan tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, 17 April 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah berupaya mengantisipasi kemacetan pada musim mudik tahun depan dengan menggenjot pembangunan infrastruktur, terutama Jalan Tol Trans Jawa. “Kita akan menyelesaikan percepatan Jalan Tol Trans Jawa, khususnya sampai Semarang,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam konferensi pers evaluasi angkutan Lebaran 2016 di kantor Kementerian Perhubungan, Senin, 18 Juli 2016.

    Basuki berpendapat, jika jalan tol tersebut sudah mencapai Semarang, perjalanan pemudik sudah terpencar. Dalam pembangunan jalan tol itu, ruas Brebes-Pemalang sepanjang 37 kilometer ditargetkan rampung tahun ini. 

    Adapun ruas Jalan Tol Pemalang-Batang (35 kilometer) dan ruas Batang-Semarang (75 kilometer) diharapkan sudah dapat difungsikan tahun depan. “Insya Allah tahun depan bisa kita fungsikan,” kata Basuki. Sedangkan Jalan Tol Trans Jawa secara keseluruhan ditargetkan baru akan selesai pada 2018.

    Terkait dengan hal tersebut, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan perlu dilakukan koordinasi detail apabila ruas jalan tol tersebut telah difungsikan. “Pengoperasian ruas baru harus dibicarakan dengan detail untuk menghindari rekayasa lalu lintas yang sangat berlebihan,” ujarnya. Ia khawatir rekayasa lalu lintas yang berlebihan dapat menyebabkan kemacetan yang sangat panjang.

    Selain pembangunan Jalan Tol Trans Jawa, Basuki mengatakan fasilitas tempat istirahat di jalan tol (rest area) juga akan ditambah. “Mungkin bukan full services, tapi minimalis. Jadi seperti toilet dan tempat ibadah itu pasti ada,” tutur Basuki. 

    Basuki menambahkan, rest area akan ada di tiap 10 kilometer jalan tol. “Setiap 10 kilometer akan ada rest area. Itu akan jadi SOP (standard operating procedure) di jalan tol,” ucapnya.

    Untuk pembangunan di luar jalan tol, Basuki menyebutkan kementeriannya akan membangun jalan layang di perlintasan sebidang dengan kereta api. Setidaknya, ada tiga jalan layang yang direncanakan dibangun, yaitu di Klonengan, Sumpiuh, dan Paguyangan, Jawa Tengah. “Enam bulan akan selesai.”

    ARDITO RAMADHAN | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.