Pemerintah Umumkan Waktu Perundingan IEU CEPA Minggu Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Uni Eropa diturunkan setengah tiang untuk menghormati para korban serangan teror truk Nice di luar markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 15 Juli 2016. REUTERS/Francois Lenoir

    Bendera Uni Eropa diturunkan setengah tiang untuk menghormati para korban serangan teror truk Nice di luar markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 15 Juli 2016. REUTERS/Francois Lenoir

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Kerja Sama Bidang Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Perekonomian Rizal Affandi Lukman mengatakan pemerintah akan mengumumkan waktu dimulainya perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).

    "Pengumumannya sekitar minggu depan," ucap Rizal di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat, 15 Juli 2016. Namun Rizal enggan membeberkan waktu pastinya. Ia menuturkan pengumuman serentak dilakukan di Indonesia dan Brussels.

    Menurut Rizal, pertemuan formal perlindungan IEU CEPA kemungkinan baru akan dilakukan seusai libur musim panas di Brussels. "Saat ini masih summer break di sana," ujarnya.

    Rizal mengatakan perjanjian IEU CEPA diprediksi rampung dua tahun ke depan, "Jika dibahas secara intensif."

    Terkait dengan Brexit, jika IEU CEPA rampung dan Inggris resmi keluar Uni Eropa, Rizal menuturkan Indonesia perlu membuat perjanjian baru dengan Inggris. Namun, hingga berita ini ditulis, Rizal menyatakan Inggris masih menjadi bagian Uni Eropa. "Withdrawal agreement belum dilakukan," ucapnya.

    Perjanjian keluar Uni Eropa atau withdrawal agreement baru akan ditandatangani setelah pemerintahan baru di Inggris dibentuk. Menurut Rizal, perwakilan Uni Eropa di Indonesia memprediksi proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa tak akan memakan waktu hingga dua tahun. "Bisa jadi satu tahun sudah rampung," ujarnya.

    VINDRY FLORENTIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.