Jokowi Copot Direktur Jenderal Peternakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) melihat sapi jantan di lokasi pembiakan dan pengemukan sapi milik di Rumpin, Bogor, 21 Juni 2016. Pembibitan sapi lokal unggul ini merupakan program jangka panjang menuju swasembada daging. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi (kanan) melihat sapi jantan di lokasi pembiakan dan pengemukan sapi milik di Rumpin, Bogor, 21 Juni 2016. Pembibitan sapi lokal unggul ini merupakan program jangka panjang menuju swasembada daging. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberhentikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Muladno Basar. "Betul, keppresnya sejak tanggal 12 Juli 2016," kata Muladno, Jumat, 15 Juli 2016.

    Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur ini, pun tak mengetahui alasan pemberhentiannya secara mendadak oleh Presiden. "Saya tidak mundur, tapi diberhentikan," ucapnya.

    Diduga, pencopotan guru besar di Institut Pertanian Bogor ini akibat kegagalan menurunkan harga daging sapi selama Ramadan dan Lebaran. Jokowi telah meminta para menteri dan pembantunya menekan harga daging sapi hingga Rp 80 ribu per kilogram.

    Kenyataannya, selama Ramadan-Lebaran, harga daging sapi tidak bergerak di kisaran Rp 120 ribu per kg. Bahkan, di beberapa wilayah, ada yang mencapai 140 ribu per kg. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, harga rata-rata daging sapi nasional hingga Kamis, 14 Juli 2016, masih Rp 116.590 per kg.

    Muladno sendiri menjabat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sejak 1 Juni 2015. Ia menggantikan Syukur Iwantoro, yang menjabat sejak 2010.

    PINGIT ARIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.