Kemendag dan Kementan Satu Suara Soal Impor Jeroan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyita tujuh kontainer berisikan jeroan daging sapi asal Australia dan Selandia Baru di Pelabuhan Tanjung Priok, 16 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyita tujuh kontainer berisikan jeroan daging sapi asal Australia dan Selandia Baru di Pelabuhan Tanjung Priok, 16 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan memastikan satu suara dengan Kementerian Pertanian dalam rencana membuka keran impor jeroan. "Kami pemerintah kan sama suaranya," kata pelaksana tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih, Kamis, 14 Juli 2016.

    Karyanto mengatakan pihaknya juga dulu kompak menolak impor jeroan. Namun, jika Kementerian Pertanian ingin membukanya, kata dia, pemerintah harus satu suara.

    Impor jeroan dilarang hingga satu tahun yang lalu di masa pemerintah Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan dilanjutkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Pasalnya, jeroan di luar Indonesia dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan mengimpor jeroan dinilai sama dengan menjatuhkan harga diri bangsa.

    Belakangan, Menteri Amran memutuskan untuk mengeluarkan peraturan menteri terbaru agar impor daging kelas dua dan jeroan terbuka lebih luas. Karyanto mengatakan belum mengetahui alasan pembukaan izin impor jeroan. "Kami belum bicara secara intensif," katanya.

    Menurut Karyanto, pelaksanaan impor dilakukan setelah Peraturan Menteri Pertanian tersebut rampung. Namun impor dibatasi hanya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Adapun pelaku impor jeroan tersebut tak dibatasi.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.