Menteri PUPR-BUMN Bahas Pembangunan Infrastruktur Pantura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 16 Maret 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 16 Maret 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menemui Menteri BUMN Rini Soemarno untuk melaporkan sekaligus membahas perkembangan percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan Pantau Utara (Pantura) Jawa.

    "Tadi kami membahas berbagai persoalan infrastruktur, seperti Tol Trans Jawa, simpang sebidang lahan PT Kereta Api, dan pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi," kata Basuki di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 14 Juli 2016.

    Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, seluruh BUMN yang terkait infrastruktur tersebut hadir, seperti Jasa Marga, Waskita Karya, KAI.

    Basuki menjelaskan, berbagai hal yang mendesak diselesaikan untuk mengatasi kemacetan khususnya di Pulau Jawa menjadi fokus pembahasan. Ia mencontohkan, proyek jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi pembangunannya akan dipercepat agar dapat selesai sesuai target pada 2019.

    "Penyelesaian perencanaan diharapkan selesai bulan Agustus 2016, langsung diikuti tahap prakualifikasi untuk persiapan lelang," ujarnya.

    Menurut catatan, tol Probolinggo-Banyuwangi sepanyang 170 kilometer ini merupakan kelanjutan dari tol Pasuruan-Probolinggo, melalui jalur pantai utara. "Kami juga membahas pembangunan tiga simpang sebidang dengan KAI, yaitu perlintasan Klonengan, Paguyangan, dan Prupuk," kata Basuki.

    Ia menjelaskan tiga lintasan ini menjadi salah satu lokasi kemacetan saat menghadapi Lebaran 2016.

    Basuki tidak menyebutkan nilai proyek tiga lintasan sebidang tersebut karena masih dalam persiapan perancangan disain. "Pembangunan lintasan sebidang akan dilakukan dengan sistem konstruksi fly over, masing-masing sepanjang sekitar 30 meter setiap bidang," kata Basuki.

    Sesuai dengan kebutuhan mendesak tambahnya, pembangunan lintasan sebidang tersebut diharapkan selesai sebelum akhir tahun 2016.

    Selain membahas infrastruktur jalan, pertemuan Basuki dengan Rini Soemarno tersebut juga membahas soal pembangunan Kereta Bandara Adisumarmo ke Stasiun Solo Balapan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.