Rupiah Selasa Sore Turun Tipis ke Posisi Rp 13.112

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore (12 Juli 2016), bergerak melemah tipis enam poin menjadi Rp 13.112 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp 13.106 per dolar AS.

    "Rupiah melemah tipis, pelaku pasar cenderung menahan transaksinya setelah menguat cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir menyusul disahkannya kebijakan pengampunan pajak oleh DPR pada akhir Juni lalu," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta.

    Ia menambahkan bahwa pelemahan rupiah juga seiring dengan data tingkat pengangguran Amerika Serikat di bulan Juni lalu yang naik menjadi 4,9 persen, kondisi itu dapat memberikan alasan bagi bank sentral AS (The Fed) untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga.

    "Munculnya proyeksi kenaikan suku bunga AS cukup mempengaruhi pelaku pasar uang di dalam negeri," katanya.

    Namun, menurut dia, penguatan dolar AS masih relatif terbatas dalam jangka pendek ini dikarenakan juga adanya pandangan oleh sebagian pejabat The Fed tetap berhati-hati terhadap kenaikan suku bunga.

    Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa harga minyak mentah dunia yang kembali berada di bawah level 50 dolar AS per barel turut mempengaruhi laju mata uang komoditas, termasuk rupiah terhadap mata uang AS.

    "Harga minyak melemah di sesi perdagangan Asia karena konsumsi musiman menurun. Pelemahan harga minyak juga tampaknya karena sentimen dari kenaikan jumlah rig aktif di AS yang berada di level tertinggi," katanya.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada hari Selasa mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp 13.151 dibandingkan hari sebelumnya Senin (11/7) Rp 13.112.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.