Pasar Tumpah, Jalinsum Padang Panjang-Bukittinggi Macet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemacetan panjang yang mencapai 10 kilometer kembali terjadi di ruas jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Padang Panjang - Bukittinggi yang dipicu pasar tumpah Koto Baru di Kabupaten Tenah Datar.

    "Kemacetan juga terjadi karena intensitas kendaraan meningkat pada Jalinsum Padang Panjang - Bukittinggi," kata petugas Jalan Raya Dinas Perhubungan Padang Panjang Syarial di Padang Panjang, Senin (11 Juli 2016).

    Kemacetan yang terjadi di ruas jalan yang menghubungkan sejumlah daerah di Sumbar itu terjadi sejak pagi. Kondisi itu juga diperparah truk yang sudah mulai berjalan.

    Untuk menuju Kota Bukittinggi dari Padang Panjang, antrian kendaraan sudah mencapai Padang Panjang atau sekitar 10 kilometer dari titik macet pasar Koto Baru.

    Arus kendaraan bisa berbegarak berlahan namun tidak lama terhenti lagi. Padatnya jalur juga dipucu oleh kendaraan arus balik Lebaran menuju Riau maupun Sumatera Utara.

    Aparat kepolisian terlihat mencuba mengurai kemacetan dengan mengarahkan kendaraan ke jalan alternatif yang melewati Nagari Pandai Sikek.

    Menurut pengendara yang terjebak macet Roni, kalau dia ikut antrian sudah hampir satu jam, namun belum juga sampai ke titik macet di Pasar Koto Baru.

    Saya mulai antri dari Kota Padang Panjang, sekarang sudah sampai di nagari aia Angek dengan waktu hampir satu jam," ujarnya.

    Diperkirakan arus kendaraan akan kembali lancar pada sore hari, mengingat intensitas kendaraan yang semakin meningkat.

    Kemacetan yang terjadi di Jalinsum Padang Panjang - Bukittinggi setiap hari Senin itu belum bisa diatasi oleh Pemerintah baik itu Provinsi maupun Kabupaten yang disebabkan oleh pasar tumpah tersebut.

    Masyarakat lainnya Anton berharap pemerintah bisa mengatasi permasalahan klasik tetrsebut, sehingga kondisi lalu lintas berjalan normal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.