Menteri Rini: Holding BUMN Dipangkas jadi 5 Sektor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan rencana pembentukan induk perusahaan (holding) BUMN yang semula terdiri atas enam sektor dipangkas menjadi lima sektor.

    "Akhirnya yang tadinya enam (sektor) menjadi lima (sektor) yakni energi, infrastruktur jalan tol, perumahan dan jasa keuangan," kata Menteri Rini usai acara halal bihalal di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Senin (11 Juli 2016).

    Adapun satu sektor yang dihapuskan dari rencana holding BUMN adalah penggabungan sektor jasa konstruksi dan rekayasa atau Engineering Procurement Construction (EPC).

    Rini menjelaskan batalnya sektor tersebut dalam holding BUMN karena sektor EPC yang sedang berkembang dan menunjukkan performa yang bagus.

    "Kalau dilihat awalnya EPC dikonsentrasikan di rekayasa industri. (Performa) rekayasa industri ini sedang bagus dan ada satu anak perusahaan (PT) Pertamina," ujar Rini.

    Ia menambahkan batalnya sektor EPC ke dalam penggabungan perusahaan BUMN akan diubah dalam struktur yang berbeda.

    Rini berharap Rancangan Peraturan Pemerintah (PP) terkait holding BUMN dapat selesai pada bulan ini dengan adanya revisi PP 44/2005.

    "PP 44 itu kita meminta ada tambahan pasal-pasal di dalamnya untuk merefleksikan holdingisasi. Kita harapkan bulan ini selesai," kata Rini.

    Sementara itu, Rancangan PP pembentukan holding sektor energi dengan perusahaan induk PT Pertamina saat ini sudah berada di Sekretariat Negara.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.