Penerbangan Denpasar-Malang Terganggu Abu Gunung Tengger

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Bromo mengeluarkan abu vulkanik yang terlihat dari Dusun Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 30 Januari 2016. Gunung Bromo sudah dua bulan berstatus siaga dan beberapa hari terakhir erupsinya disertai dengan lontaran lava pijar dan dentuman keras. ANTARA/Didik Suhartono

    Gunung Bromo mengeluarkan abu vulkanik yang terlihat dari Dusun Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 30 Januari 2016. Gunung Bromo sudah dua bulan berstatus siaga dan beberapa hari terakhir erupsinya disertai dengan lontaran lava pijar dan dentuman keras. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, menyatakan bahwa penerbangan Denpasar menuju Malang, Jawa Timur, terganggu karena sebaran abu vulkanik kaldera Gunung Tengger di bandara tujuan.

    Humas PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Sherly Yunita, di Kuta pada Senin (11 Juli 2016) menjelaskan bahwa hanya ada satu penerbangan yang terganggu yakni dari maskapai Wings Air.

    Dia menjelaskan bahwa penerbangan IW-1840 tersebut terpaksa dibatalkan setelah diterbitkannya peringatan oleh instansi terkait kepada pelaku penerbangan atau "Notice to Airman" (Notam) penutupan Bandara Abdul Rachman Saleh karena terdampak abu vulkanik kaldera Gunung Tengger.

    "Kami informasikan bahwa pihak Wings Air telah mengembalikan (refund) uang tiket kepada seluruh penumpang," katanya.

    Total terdapat 72 orang calon penumpang yang hendak terbang ke Malang menggunakan pesawat tersebut.

    Sherly lebih lanjut menjelaskan bahwa meski penerbangan ke Malang terganggu namun operasional Bandara Ngurah Rai tidak terganggu.

    Bandara Abdul Rachman Saleh ditutup diperkirakan hingga Selasa (12 Juli 2016) karena pengaruh abu vulkanik kaldera Tengger.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.