Tender Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Dimulai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan tahap finishing ruang keberangkatan proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 27 Januari 2016. Terminal seluas 422.804,40 m2 ini pembangunannya sudah mencapai 93 persen. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pekerja melakukan tahap finishing ruang keberangkatan proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 27 Januari 2016. Terminal seluas 422.804,40 m2 ini pembangunannya sudah mencapai 93 persen. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I mulai menjalankan proses tender pengadaan barang dan jasa terhadap pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang ditaksir menghabiskan dana investasi sebesar Rp2,30 triliun.

    Direktur Keuangan dan Informasi Angkasa Pura I Novrihandri mengatakan pengembangan Bandara Syamsudin Noor tersebut nantinya akan menghabiskan waktu sedikitnya selama dua tahun. “Untuk pembebasan lahan sebenarnya sudah hampir selesai. Posisi sekarang, sudah masuk procurement untuk fasilitas udaranya. Kami perkirakan pengembangan bandara itu sudah bisa dioperasikan pada 2019,” katanya di Jakarta, Minggu (10 Juli 2016).

    Novrihandri menjelaskan fasilitas Syamsudin Noor yang akan dikembangkan a.l. terminal penumpang dan parkir pesawat (apron). Menurutnya, kedua fasilitas tersebut cukup penting dalam mendukung pertumbuhan jumlah pengguna angkutan udara. Luas terminal penumpang akan dikembangkan menjadi 91.300 m2, naik 10 kali lipat dari luas terminal sebelumnya 9.043 m2.

    Alhasil, daya tampung terminal juga meningkat dari 900.000 penumpang/tahun menjadi 10 juta penumpang/tahun. Sementara itu, luas apron juga akan diperluas menjadi 125.412 m2, naik 55% dari luas sebelumnya sebesar 80.412 m2. Dengan luas apron tersebut, jumlah unit pesawat yang dapat ditampung mencapai 20 unit dari sebelumnya sekitar tujuh unit. “Kami akan mengerjakan terlebih dahulu fasilitas sisi udaranya.

    Nantinya, gedung pemadam kebakaran di Syamsudin Noor itu akan di-demolish, dan dibangun apron. Setelah itu baru beranjak ke pembangunan terminal,” tuturnya. Seperti diketahui, Syamsudin Noor merupakan salah satu dari lima bandara prioritas yang akan dikembangkan Angkasa Pura I hingga lima tahun ke depan. Adapun, nilai investasi yang akan dikeluarkan perseroan untuk lima bandara tersebut mencapai Rp25 triliun. Novrihandri menuturkan kondisi kelima bandara tersebut saat ini sudah sangat mendesak untuk dikembangkan agar kualitas pelayanan yang diberikan dari pengelola kepada para pengguna bandara tetap baik.

    "Kebutuhan dana Rp25 triliun akan digunakan untuk mengembangkan lima bandara, dimana kondisinya saat ini sudah lack of capacity, sehingga kualitas pelayanan bandara juga semakin menurun," ujarnya. Novrihandri menilai pengembangan kelima bandara tersebut juga bertujuan untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah pengguna jasa bandara ke depannya. Apalagi, pangsa pasar pengguna jasa angkutan udara di Indonesia saat ini masih terbilang kecil.

    Dia mencatat pengguna jasa angkutan udara dari Indonesia saat ini baru sekitar 44% dari total jumlah penduduk Indonesia. Sementara, negara seperti Jepang, pengguna angkutan udaranya sudah mencapai 83% dari total penduduk Jepang sebesar 127 juta orang. “Singapura saja pengguna angkutan udaranya itu malah sampai 500% dari total penduduk Singapura. Ini artinya, peluang jumlah pengguna angkutan udara di Indonesia masih sangat terbuka lebar untuk berkembang,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.