Jonan: Jumlah Pemudik Pesawat dan Kereta Api Naik, tapi...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Ignasius Jonanmemantau arus mudik Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Sabtu, 2 Juli 2016. Tempo/Bagus Prasetiyo

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonanmemantau arus mudik Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Sabtu, 2 Juli 2016. Tempo/Bagus Prasetiyo

    TEMPO.COSurabaya - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan jumlah penumpang kereta api, kapal penyeberangan, dan pesawat pada Lebaran 2016 mengalami peningkatan. Dia menyebut, secara umum, jumlah pemudik yang menggunakan kapal penyeberangan berkisar antara 3,5 juta sampai 3,6 juta orang.

    "Naik 5 sampai 6 persen,” kata Jonan saat ditemui di Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak, Surabaya, Senin, 11 Juli 2016.

    Untuk angkutan kereta api, terdapat kenaikan 3 sampai 4 persen atau sebesar 4,5 juta orang. Peningkatan yang signifikan terjadi di angkutan udara alias pesawat terbang. Jumlah orang yang mudik menggunakan burung besi mencapai 5,6 juta sampai 5,8 juta orang, atau naik hampir 10 persen. Jonan mengakui, angkutan udara memberikan kontribusi terbesar dalam jumlah armada. 

    Sebaliknya, peminat moda transportasi kapal laut dan bus umum semakin menurun. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyatakan adanya penurunan jumlah penumpang sebesar 14,8 persen. “Tapi ini menurut saya bagus. Artinya, pendapatan masyarakat sudah lebih meningkat. Buktinya pengguna kapal menurun,” tutur Jonan, yang didampingi Direktur Utama PT Pelni Elfien Goentoro selama peninjauan.

    Menurut Jonan, pihaknya tak akan memperbesar kapasitas angkutan kapal penumpang. Bagi Kementerian Perhubungan, idealnya kapal penumpang tidak melebihi kapasitas normal yang ditentukan. Sebab, kapasitas untuk kargo dikurangi selama Operasi Idul Fitri, sehingga kapasitas untuk penumpang ditambahkan. “Tapi ini sudah maksimum sesuai dengan pedoman keselamatan pelayaran,” ucapnya.

    Kapasitas kapal penumpang, kata Jonan, bahkan bisa dikurangi demi kenyamanan pemudik. Penurunan penumpang juga terjadi di angkutan darat, khususnya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Menurut Jonan, kira-kira jumlahnya 4,3 juta orang atau turun 7 persen.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.