Lebaran 2016, Lonjakan Jumlah Penumpang Pesawat Luar Biasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas inspeksi dari Dinas Perhubungan Udara memeriksa landasan pesawat saat pemeriksaan kelayakan jelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, 4 Juli 2015. Pemeriksaan ini digelar menjelang arus mudik dan arus balik. TEMPO/Johannes P. Christo

    Petugas inspeksi dari Dinas Perhubungan Udara memeriksa landasan pesawat saat pemeriksaan kelayakan jelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, 4 Juli 2015. Pemeriksaan ini digelar menjelang arus mudik dan arus balik. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengungkapkan, lonjakan jumlah penumpang pesawat pada Lebaran tahun ini sangat di luar dugaan sebelumnya. Hingga hari ketiga setelah Lebaran (H+3), kenaikan jumlah penumpang angkutan udara ini mencapai 14,52 persen atau melampaui prediksi sebelumnya yang hanya 7,62 persen. 

    Sebelumnya, Kementerian hanya memprediksi pengguna moda transportasi udara akan naik 7,62 persen menjadi 4,6 juta orang. Namun, berdasarkan data yang dimiliki Kementerian, jumlah penumpang hingga Minggu kemarin atau H+3 Lebaran melebihi prediksi.

    Kenaikan jumlah penumpang itu, kata Sugihardjo, membuat transportasi udara menjadi yang paling diminati pada Lebaran tahun ini. Kondisi tersebut sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Sebelumnya, orang naik pesawat kalau hanya ingin ke luar negeri,” katanya saat ditemui di posko Kementerian Perhubungan, Senin, 11 Juli 2016.

    Menurut Sugihardjo, dengan tingginya jumlah penumpang pesawat, hal itu menunjukkan dua hal. Pertama, daya beli masyarakat meningkat. Kedua, biaya angkutan udara lebih terjangkau. “Berarti kompetisi berjalan.”

    Adapun angkutan dengan jumlah penumpang terbanyak kedua, kata Sugihardjo, dipegang bus antarkota antarprovinsi. Posisi berikutnya diduduki kereta api, angkutan penyeberangan, kemudian angkutan laut.

    Berdasarkan data Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan 2016, jumlah penumpang transportasi udara diprediksi naik 7,62 persen menjadi 4,6 juta orang pada Lebaran 2016 dibanding 4,3 juta penumpang pada Lebaran 2015.

    Jumlah penumpang penyeberangan diprediksi naik 3,54 persen menjadi 3,7 juta orang pada Lebaran 2016 dibanding 3,5 juta penumpang pada Lebaran 2015. Moda kereta api juga diperkirakan mengalami kenaikan jumlah penumpang sebesar 4,63 persen menjadi 4,1 juta orang pada 2016 dari 3,9 juta pada Lebaran 2015.

    Berikutnya, jumlah penumpang moda laut diprediksi naik 2,9 persen menjadi 910.191 orang pada Lebaran 2016 dari 883.681 penumpang pada Lebaran 2015. Hanya jalur darat yang mengalami penurunan jumlah penumpang untuk Lebaran 2016, yakni sekitar 2,7 persen menjadi 4,57 juta orang pada Lebaran 2016 dari realisasi 4,7 juta penumpang pada Lebaran 2015.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.