Menteri Darmin: Mudik Akan Tingkatkan Pendapatan Daerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan adanya arus mudik pada Hari Raya Idul Fitri yang lalu dapat meningkatkan pendapatan daerah. "Belanja dan transfer penghasilan jalan kalau Lebaran," kata Darmin Nasution di kantornya, Senin, 11 Juli 2016.

    Saat mudik, menurut Darmin Nasution, masyarakat akan berkeliling di daerahnya dan berbelanja. Mereka juga akan memberikan uang kepada keluarganya di daerah. "Itu akan membuat kegiatan di daerah meningkat," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut.

    Selain itu, kata Darmin Nasution, pembelian produk-produk yang dihasilkan di daerah juga akan meningkat dengan adanya mudik. "Walaupun harus diakui bahwa sekarang ini akan mendorong pembelian produksi industri di minimarket."

    Namun, menurut Darmin Nasution, peningkatan aktivitas perekonomian akibat mudik ini belum akan mempengaruhi angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua. "Lebaran sudah masuk Juli, berarti masuk kuartal ketiga. Kuartal kedua belum mencatat pengaruh dari Lebaran," katanya.

    Selain itu, Darmin Nasution berujar, mudik juga dapat meningkatkan harga bahan pokok. Namun, hal itu tidak berpengaruh terhadap inflasi secara signifikan. "Inflasi diukur setelah akhir bulan. Ini kebetulan Lebarannya bukan akhir bulan, tapi pekan pertama," ucapnya.

    Apabila dalam tiga pekan tersisa ini harga bahan pokok dapat turun, menurut Darmin Nasution, kenaikan harga saat Lebaran tidak akan berpengaruh bagi inflasi pada Juli. "Yang akan muncul adalah data harga pada akhir bulan. Itu akan menjadi inflasi Juli."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.