H+4 Lebaran, Arus Balik Padati Terminal Kampung Rambutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pemudik di Terminal Kampung Rambutan menunggu keberangkatan di depan loket PO. Bus Antar Provinsi, Jumat, 1 Juli 2016. Tempo/Azis

    Puluhan pemudik di Terminal Kampung Rambutan menunggu keberangkatan di depan loket PO. Bus Antar Provinsi, Jumat, 1 Juli 2016. Tempo/Azis

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki H+4 Lebaran, Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mulai dibanjiri ratusan penumpang arus balik dari berbagai daerah.

    Kepala Terminal Kampung Rambutan, Emiral August, mengatakan jumlah penumpang arus balik yang tiba di terminal ini mencapai 23.470 orang dengan 642 bus sejak kemarin, Sabtu, 9 Juli 2016, hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.

    "Arus mudik ini sudah terlihat sejak tadi malam," kata dia di Terminal Kampung Ranbutan, Jakarta Timur, Ahad, 10 Juli 2016.

    Emiral menuturkan jumlah penumpang arus mudik ini meningkat dibanding hari sebelumnya yang mencapai 20.602 penumpang dengan 618 bus. Dia mengatakan arus mudik ini masih akan berlanjut hingga masa libur Lebaran berakhir. "Kami memperkirakan puncak arus balik kemarin dan hari ini," kata dia.

    Emiral menjelaskan arus mudik di Kampung Rambutan masih didominasi oleh penumpang arus balik dari Jawa Barat dan Banten. "Kebanyakan bus yang tiba dari Garut, Tasik, Cilegon, dan Sukabumi," kata dia.

    Dia menambahkan ada beberapa bus dari Jawa Tengah dan Sumatera yang sudah terlihat tiba di Kampung Rambutan hingga pagi tadi. "Bus Sumatera yang sudah mulai tiba di sini seperti Lampung, Palembang dan Bengkulu," ujarnya.

    Berdasarkan pantauan Tempo, hingga pukul 10.00 WIB, kedatangan bus di terminal Kampung Rambutan masih didominasi bus penumpang dari wilayah Jawa Barat, seperti bus jurusan Tasik Malaya, Cianjur, Kuningan, Banjar, Pangandaran, Bandung, dan Garut. Selain itu, ada juga penumpang bus wilayah Banten seperti Cilegon, Balaraja, Serang dan Pandeglang.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.