IPO Jadi Alternatif Perusahaan Meraih Dana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bursa Efek Indonesia, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Bursa Efek Indonesia, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) masih menjadi alternatif sejumlah perusahaan untuk meraih dana dalam rangka mendukung bisnis.

    "Pasar modal masih menjadi alternatif untuk meraih dana. Dalam waktu dekat ada dua perusahaan mau IPO, yakni PT Protech Mitra Perkasa dan PT Capital Financial Indonesia," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Jumat (8 Juli 2016).

    Ia mengemukakan bahwa beberapa inisiatif akan terus dilakukan BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan di pasar modal diantaranya dengan aktif mencari calon perusahaan tercatat atau emiten serta mengedukasi dari proses awal IPO hingga sahamnya dicatatkan di BEI.

    "Tahun ini, BEI menetapkan target jumlah emiten baru sebanyak 35 emiten saham baru," katanya.

    Berdasarkan data BEI, total emiten saat ini sebanyak 529 emiten. Sementara itu, sepanjang tahun 2016 terdapat delapan emiten baru, yakni PT Bank Artos Indonesia Tbk, PT Mitra Pemuda Tbk, PT Mahaka Radio Integra Tbk, PT Bank Ganesha Tbk, PT Cikarang Listrindo Tbk, PT Sillo Maritime Perdana Tbk, PT Duta Inti Daya Tbk, dan PT Graha Andrasenta Propertindo Tbk.

    Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan bahwa aksi korporasi melalui IPO telah lama menjadi salah satu sarana bagi perusahaan untuk menggalang dana. Namun lebih dari itu, IPO juga memiliki banyak manfaat lainnya.

    "Di dunia usaha, perusahaan publik dipandang lebih profesional, transparan, dan akuntabel," katanya.

    Selain itu, lanjut dia, perusahaan publik memiliki akses yang lebih kuat terhadap sumber-sumber pendanaan dan pasar, serta lebih dikenal oleh masyarakat.

    "Untuk memaksimalkan manfaat-manfaat itu, kami berharap emiten dapat menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (GCG)," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.