Antisipasi Arus Balik, Pertamina Perbanyak Jumlah Kios dan Pasokan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pemudik bersepeda motor mengisi ulang BBM di SPBU Gempol Sari, Subang, Jawa Barat, 2 Juli 2016.  Pertamina memperkirakan konsumsi premium naik 15 persen dari 71.906 menjadi 82.496 kiloliter per hari, selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ratusan pemudik bersepeda motor mengisi ulang BBM di SPBU Gempol Sari, Subang, Jawa Barat, 2 Juli 2016. Pertamina memperkirakan konsumsi premium naik 15 persen dari 71.906 menjadi 82.496 kiloliter per hari, selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan Pertamina telah mengantisipasi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) menjelang arus balik Lebaran 2016, yang diperkirakan terjadi akhir pekan ini. Pertamina akan menyediakan kantong-kantong BBM di lebih banyak SPBU di jalur mudik dan memperbanyak kios-kios Pertamax, termasuk di rest area tipe B yang belum tersedia SPBU.

    Pertamina juga akan melaksanakan contra flow untuk mengantar BBM ke SPBU, pengerahan tanki BBM yang dilengkapi dengan nozzle pengisian Premium, penyisiran menggunakan enam mobil pick up yang membawa drum-drum berisi 1,5 kiloliter Pertalite dan Dexlite, serta Pertamax Series kemasan dan pengerahan motorist yang membawa 40 liter Pertamax Series untuk diantar ke lokasi pemudik yang kehabisan BBM.

    "Belajar dari pengalaman arus mudik yang lalu, Pertamina menyiapkan antisipasi lebih baik untuk penyediaan BBM pada arus balik nanti," kata Wianda dalam keterangan resmi, Kamis, 7 Juli 2016.

    Selain memastikan ketersediaan stok, kata Wianda, pihaknya telah menyiapkan beberapa rencana untuk memastikan pasokan BBM lancar. Stok BBM diperkirakan aman untuk 1 bulan ke depan dengan rincian Premium 22 hari, Pertamax 23 hari, dan Solar 28 hari.

    Wianda menuturkan Pertamina bekerja sama dengan aparat guna mengamankan pasokan dan kelancaran distribusi BBM. "Termasuk yang akan diantisipasi adalah upaya pencegahan pembelian BBM oleh pengecer liar," ucapnya.

    Wianda berujar, konsumsi Pertamax dan Pertalite tetap menjadi penopang utama peningkatan penyaluran BBM selama masa mudik Lebaran 2016. Hingga 6 Juli pukul 00.00 WIB, penyaluran Premium mencapai 93 persen dari rata-rata harian normal 70.566 kiloliter per hari.

    Adapun penyaluran Biosolar masih berada jauh di bawah normal, yaitu 96 persen dari rata-rata normal 35.319 kiloliter per hari.

    Konsumsi Pertamax melonjak hingga 126 persen di atas penyaluran normal sebesar 11.250 kiloliter per hari. Sementara itu, penyaluran Pertalite mencapai 139 persen dari rata-rata normal 10 ribu kiloliter per hari.

    "Dalam 4 hari terakhir, sebelum Lebaran, penyaluran Pertamax dan Pertalite tembus 40 ribu kiloliter per hari," tutur Wianda.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).