Unit Syariah Manulife Bukukan Premi Bruto Rp 25,2 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manulife Financial. TEMPO/Seto Wardhana

    Manulife Financial. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Unit Syariah Manulife Indonesia mencatatkan pertumbuhan premi bruto sebesar Rp 25,2 miliar (unaudited) pada kuartal I tahun 2016. Jumlah ini meningkat 84 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 13,7 miliar.

    "Ini merupakan indikasi semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada kami," ujar Head of Unit Syariah Manulife Indonesia, Yetty Rochyatini, dalam sesi paparan publik, di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Rabu, 29 Juni 2016.

    Basis nasabah juga meningkat sebesar 120 persen, yaitu menjadi 1.886 peserta. Selanjutnya, surplus underwriting senilai Rp 1,6 miliar atau meningkat sebesar 210 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Surplus ini konsisten sejak 2009 yang menunjukkan kemampuan kami untuk memastikan pertumbuhan dana terbaru," ucapnya.

    Pembayaran klaim tercatat mengalami pertumbuhan 68 persen, dari Rp 1,5 miliar di kuartal I 2015 menjadi Rp 2,6 miliar pada periode yang sama tahun ini. Sementara itu, tingkat risk based capital (RBC) berada di angka 125 persen atau meningkat sebesar 31 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 94 persen.

    Unit Syariah Manulife Indonesia telah memiliki 7.000 tenaga pemasar yang telah memiliki sertifikasi syariah dan tersebar di 25 lokasi kantor pemasaran. Selain itu, produk didapatkan melalui bundling di dua bank syariah, yaitu Bank Danamon Syariah dan Bank Muamalat.

    Yetty berharap pertumbuhan premi bruto dan kinerja keseluruhan hingga akhir tahun terus melonjak. "Kami berharap bisa meningkat dan lebih dari yang sekarang, biasanya lonjakan pada akhir tahun bisa hampir 100 persen."

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.