Senin, 22 Oktober 2018

Jokowi Resmikan Tol Pejagan-Brebes Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iring-iringan mobil pemudik melintasi Jalan Tol Pejagan-Pemalang dari Exit Tol Brebes Timur menuju Exit Tol Pejagan-Kanci, 20 Juli 2015. Tol Pejagan-Pemalang yang belum diaspal itu mulai dibuka untuk digunakan sebagai jalur alternatif bagi pemudik. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Iring-iringan mobil pemudik melintasi Jalan Tol Pejagan-Pemalang dari Exit Tol Brebes Timur menuju Exit Tol Pejagan-Kanci, 20 Juli 2015. Tol Pejagan-Pemalang yang belum diaspal itu mulai dibuka untuk digunakan sebagai jalur alternatif bagi pemudik. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Brebes - Jalan Tol Pejagan-Pemalang untuk sesi I dan II (Pejagan-Brebes Timur) akhirnya dibuka pada hari ini Kamis, 16 Juni 2016. Presiden Joko Widodo  datang untuk meresmikan jalan tol sepanjang 20 kilometer ini. Peresmian dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko.

    Ditandai dengan suara sirine oleh Presiden, jalan tol yang menjadi bagian dari Trans Jawa ini resmi dibuka untuk umum. Presiden Joko Widodo mengatakan rencana pembangunan Jalan Tol Pejagan-Pemalang ini sebenarnya sudah ada sejak 20 tahun yang lalu. Tapi baru bisa terealisasi pada tahun ini.

    Setelah ini, kata dia, akan dilanjutkam ke  Pemalang-Batang sepanjag 39 kilometer. Kemudian dilanjut ke Batang-Semarang sepanjang 70 km. "Pada 2018 target sudah selesai semua. Setelah itu dilanjut ke Sumatra. Dari  ujung Lampung ke Palembang," kata Jokowi.

    Jokowi berharap, Jalan tol ini bisa membuat pergerakan barang bisa lebih mudah. Jokowi mencontohkan, para petani di Brebes yang hendak mengirim bawang merah ke Jakarta lebih cepat. "Dulu pengiriman ke jakarta tujuh jam, sekarang hanya empat jam. Kalau lebih cepat barang yang dibawa tidak cepat busuk sehingga harganya lebih baik," ujar Jokowi.

    Jokowi meminta kepada para menteri untuk memantau setiap pembangunan jalan. Jangan sampai proyek yang sudah dimulai mangkrak selama bertahun tahun. "Saya titip semua pembangunan harus dicek dan diawasi."

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan tol Pejagan-Brebes Timur ini diharapkan bisa mengurai kemacetan yang biasa terjadi di Brebes Kota, saat arus mudik nanti. "Kendaraan besar dari Jakarta akan masuk ke jalan tol, kemacetan bisa dikurangi," ujar dia.

    Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengatakan pembangunan jalan tol ini sudah dimulai 1996, namun tertunda. "Nah sekarang kita lihat sendiri jalan tol sepanjang 20 km sudah dibangun," kata Heru.

    Menurut agenda, setelah meresmikan tol Jokowi dijadwalkan akan bertolak ke Tegal, lalu dilanjutkan ke Batang untuk Groundbreaking Jalan Tol ruas Pemalang-Batang dan ruas Batang Semarang.

    Sebelumnya, jalan tol Pejagan-Brebes Timur rencananya dibuka pada H-21 Lebaran atau 15 Juni 2016. Namun rencana itu ditunda karena menyesuaikan agenda Presiden.  Menurut Pejabat Humas PT Waskita Karya, Hendro Budiyanto, penundaan kali ini bukan karena pengerjaan jalan tol yang belum selesai. "Kalau teknis pengerjaan sudah siap 100 persen, jalan tol sudah layak sekali dilalui pemudik,” Hendro.

    Penundaan pengoperasian jalan tol tersebut bukan hanya kali ini saja. Sebelumnya, jalan tol ini akan diresmikan dan bisa dilalui pengendara pada akhir Mei lalu. Karena ada beberapa hal yang perlu ditambah, peresmian ditunda lagi pada 3 Juni 2016. Jalan tol Pejagan-Pemalang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Jawa yang akan menghubungkan Merak, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

    Adapun Proyek Pejagan-Pemalang, yang rencananya dibangun sepanjang 57,5 kilometer, akan melewati empat daerah, yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Pemalang. Setelah Pejagan-Brebes Timur ini selesai, pengerjaan akan dilanjutkan pada seksi III (Brebes Timur-Tegal Timur) dan seksi IV (Tegal Timur-Pemalang).

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.