Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Stabil Saat Ramadan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengemas minyak goreng curah ke dalam bungkus plastik, di Jalan Sederhana Bandung,(2/4). Harga minyak curah setiap harinya mengalami kenaikan dari Rp50  Rp100 per liter, sedangkan harga di pasaran kini Rp11.000 per liter. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pekerja mengemas minyak goreng curah ke dalam bungkus plastik, di Jalan Sederhana Bandung,(2/4). Harga minyak curah setiap harinya mengalami kenaikan dari Rp50 Rp100 per liter, sedangkan harga di pasaran kini Rp11.000 per liter. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan harga minyak goreng yang aman terkendali saat Ramadan karena tidak adanya perubahan pada pasar domestik.

    Menurut Joko, tidak terlihat adanya lonjakan permintaan yang mempengaruhi harga. “Angka statistiknya sih ya segitu-segitu saja,” kata dia saat ditemui dalam acara bincang-bincang Gapki di Shangri-La Hotel, Jakarta, kemarin.

    Joko berujar harga minyak goreng yang cenderung tenang disebabkan permintaan dalam negeri tidak mengalami perubahan yang signifikan. Inilah yang membuat harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) praktis tak mengalami lonjakan pada bulan ini.

    Baca Juga: Gapki Optimistis Ekspor CPO Bisa Mencapai 27 Juta Ton

    “Jadi, ya, logis karena production cost dan demand segitu-gitu saja,” kata Joko. Menurut dia, dengan kondisi demikian, tidak ada yang bisa dimainkan sehingga harga cenderung aman terkendali. Bahkan, ia melanjutkan, berdasarkan statistik, pasar domestik mengalami penurunan pada bulan lalu.

    Terkait dengan ketersediaan, Joko mengatakan, stok CPO juga sedang tak berlimpah, malah termasuk relatif rendah. Dari pantauan Gapki, stok CPO nasional hanya 1,8 juta ton dengan harga US$ 700 per metrik ton. “Pergerakannya datar-datar saja.” 

    Simak: BPS: Kenaikan Harga Solar Tak Terlalu Pengaruhi Inflasi 

    Adapun harga minyak goreng curah di tingkat pabrik sepanjang Mei 2016 cenderung turun, dari rata-rata Rp 9.064 menjadi Rp 8.888 per liter. Memasuki pekan pertama Juni, harga kembali melandai ke level Rp 8.844 per liter.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?