Disertifikasi, Petani Gula Kelapa Siap Ekspor ke AS, Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja menyaring gula kelapa yang diproduksi petani tradisional di UKM Ngudi Lestari, Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, 24 Juli 2015. Agar bisa diekspor, gula kelapa petani diolah kembali dengan bentuk dan warna yang sesuai dengan standart internasional. TEMPO/Budi Purwanto

    Seorang pekerja menyaring gula kelapa yang diproduksi petani tradisional di UKM Ngudi Lestari, Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, 24 Juli 2015. Agar bisa diekspor, gula kelapa petani diolah kembali dengan bentuk dan warna yang sesuai dengan standart internasional. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah memperoleh sertifikasi industri perdagangan, kelompok petani penyadap gula kelapa di beberapa desa di Kabupaten Purworejo siap melakukan ekspor ke negara-negara di Amerika dan Eropa.

    Ketua Koperasi Wanita Srikandi Sri Susilowati mengatakan selama ini pihaknya telah melakukan pendampingan untuk mengupayakan agar petani di Desa Nglaris dan Desa Ngasinan, Kecamatan Bener, dapat memperoleh sertifikasi.

    Sertifikasi diberikan kepada 162 petani penyadap gula kelapa yang terdiri dari 98 warga Ngasinan dan 64 warga Nglaris. Sementara, masih terdapat 718 petani gula lainnya yang masih dalam proses. Petani tersebut tersebar di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Wonosobo.

    "Untuk mendapatkan sertifikat tersebut membutuhkan perjuangan panjang, dan harus ada kerja sama dan pembinaan dengan para petani. Terutama, dalam pemeliharaan pohon yang tidak boleh menggunakan atau terkontaminasi pupuk kimia," paparnya dalam keterangan resmi, Senin (6 Juni 2016).

    Selain itu, proses penyadapan nira dan pengolahan harus dilakukan secara steril. Dia menambahkan selama ini petani sering menggunakan bambu sebagai tempat nira. Padahal, sambungnya, hal itu tidak diperbolehkan karena bambu mudah diserang jamur.

    "Sekarang peralatan tersebut diganti dengan tempat khusus yang terbuat dari bahan plastik. Dengan proses pengolahan yang benar, maka gula yang dihasilkan menjadi berkualitas. Artinya, produk gulanya sudah bagus dan siap diekspor," jelasnya.

    Seiring perolehan sertifikasi dari industri perdagangan tersebut, artinya produk kelapa dari dua desa itu telah masuk dalam kriteria produk yang bisa diekspor. Adapun tujuan ekspor diutamakan ke Amerika dan Eropa.

    Pembina Koperasi Wanita Srikandi Kelik Sumrahadi mengatakan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyararakat, dapat dilakukan berbagai upaya. Meskipun begitu, imbuhnya, petani juga harus memiliki keinginan untuk maju.

    "Ke depan kami harapkan petani gula di Kabupaten Purworejo lainnya dapat bersertifikasi. Srikandi akan berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan, sehingga bisa dirasakan oleh semua petani gula kelapa," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.