Kemendag Perluas Jenis Ekspor Makanan ke Filipina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Total ekspor bulan Februari 2015, sebesar USD 12,3 miliar atau turun 16,0 persen (YoY), sedangkan total impor sebesar USD 11,6 miliar atau turun 16,2 persen (YoY). Tempo/Tony Hartawan

    Aktifitas bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Total ekspor bulan Februari 2015, sebesar USD 12,3 miliar atau turun 16,0 persen (YoY), sedangkan total impor sebesar USD 11,6 miliar atau turun 16,2 persen (YoY). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan melalui atasenya akan mengupayakan perluasan jenis ekspor untuk produk makanan dan minuman Indonesia ke Filipina, terutama melalui pameran berskala internasional.

    "Saat ini sudah ada 16 produk makanan dan minuman dari Indonesia yang beredar di pasar swalayan besar di Filipina," kata Atase Perdagangan Irawan kepada Antara di sela pameran SIAL-Asean, di Manila, Kamis, 2 Juni 2016.

    Menurut Irawan, produk makanan dan minuman produksi Indonesia tersebut cukup diminati masyarakat Filipina, terutama minuman kopi instan.

    "Produk Kopiko 78 derajat di sini mendapat persaingan ketat tidak hanya dari produk sejenis dari merek internasional, tapi juga lokal," kata Irawan.

    Bahkan, akibat persaingan ketat itu, lanjut dia, ada yang melakukan "kampanye hitam" agar produk minuman kopi instan dari Indonesia itu tidak laku.

    "Pangsa pasarnya cukup kuat, masing-masing merek menguasai 30 persen pasar kopi instan," ujar Irawan.

    Selain kopi, produk makanan dan minuman yang mampu bersaing di pasar Filipina ada mi instan (Indofood), minyak goreng sawit (Bimoli dan Mitra), biskuit (Tiger dan Oreo), minuman (Extra Joss, You C-1000, Fruit Tea), nata de coco, permen (Kopiko), minuman bernutrisi (Energen), serta minuman dan biskuit untuk penderita diabetes (Diabetasol).

    "Peluang pasar produk makanan dan minuman Indonesia di Filipina sangat besar, karena negeri ini juga termasuk salah satu negara dengan penduduk besar di Asean," kata Irawan.

    Irawan memiliki obsesi setidaknya produk makanan dan minuman dari usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia bisa masuk ke pasar Filipina.

    Hal senada dikemukakan Dubes RI untuk Filipina Johny J. Lumintang. "Pertumbuhan ekonomi Filipina saat ini cukup tinggi mencapai 6,9 persen," ujar Johny.

    Dengan pertumbuhan sebesar itu, dan masyarakat Filipina yang cenderung konsumtif maka peluang produk makanan dan minuman, khususnya dari Indonesia, kata dia, sangat besar.

    Bahkan, Johny mengaku pada setiap kegiatan, kedutaan mengupayakan ada produk makanan dan minuman yang dihidangkan kepada para tamu asing sebagai bagian dari promosi.

    Berdasarkan data Otoritas Statistik Filipina (PSA) yang diolah Atase Perdagangan RI, pangsa pasar produk makanan dan minuman Indonesia di Filipina mencapai 8,13 persen.

    Tahun lalu, Filipina mengimpor produk makanan dan minuman dari Indonesia senilai mencapai US$ 452,1 juta dan mengekspor produk makanan dan minuman dari Filipina ke Indonesia senilai US$ 15,8 juta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.