Ramadan, MatahariMall Beri Asuransi buat Produk-produk Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyiapkan barang pesanan pelanggan untuk dikirim di gudang situs belanja online mataharimall.com di Jakarta, 10 Desember 2015. Hari Belanja Online Nasional pertama kali diselenggarakan pada 2012. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja menyiapkan barang pesanan pelanggan untuk dikirim di gudang situs belanja online mataharimall.com di Jakarta, 10 Desember 2015. Hari Belanja Online Nasional pertama kali diselenggarakan pada 2012. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COSukoharjo - Perusahaan perdagangan retail online MatahariMall meluncurkan program untuk pelanggan dalam menghadapi Lebaran. Program tersebut berupa proteksi atau asuransi kecelakaan bagi pelanggan yang membeli produk-produk khusus.

    Public Relations Manager MatahariMall Kezia Mareshah mengatakan program itu baru diluncurkan dua pekan lalu. "Kami luncurkan mendekati Ramadan dan Lebaran," katanya saat ditemui di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 26 Mei 2016.

    Menurut Kezia, besarnya angka kecelakaan tiap arus balik dan arus mudik membuat asuransi menjadi hal yang sangat dibutuhkan. "Masyarakat membutuhkan proteksi diri," ujarnya. Karena itu, pihaknya menggandeng salah satu perusahaan asuransi untuk memberi bonus asuransi kecelakaan dalam program tersebut.

    Hanya saja, program itu hanya diberikan kepada konsumen yang membeli produk tertentu. "Khususnya produk otomotif," katanya. Produk itu berupa sepeda motor dan helm. Sedangkan jenis-jenis asuransi yang diberikan juga berbeda-beda. "Ada yang bulanan, ada yang sampai satu tahun," katanya.

    Selain itu, Kezia berjanji akan ada program tambahan yang bisa diberikan kepada pelanggan mendekati hari raya. "Program diskon tentu ada," katanya. Hanya saja, dia belum menyebut kapan tepatnya program tersebut akan mulai diberikan.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.