Ini 119 Target Pemerintah dalam Pembangunan Berkelanjutan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 28 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 28 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil, mengatakan, Indonesia memiliki 119 target yang sesuai dengan 169 target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

    Sofyan pun optimistis bahwa Indonesia siap mengimplementasikan SDGs tahun ini. "Untuk mencapai 17 tujuan, 169 target, dan 240 indikator memang menjadi tantangan. Namun, saya percaya Indonesia siap dan berkomitmen penuh untuk melaksanakan SDGs karena sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019," kata Sofyan dalam workshop "Transforming Our World: The 2030 Agenda for SDGs in Indonesia" di Kementerian PPN, Senin, 16 Mei 2016.

    Di bidang sosial, pemerintah memiliki target untuk menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 7-8 persen, meningkatkan akses air minum dan sanitasi menjadi 100 persen, menurunkan angka kematian bayi menjadi 24 per 1 ribu kelahiran, dan angka kematian ibu menjadi 306 per 100 ribu kelahiran.

    Selain itu, fasilitas kesehatan juga ditargetkan naik menjadi 85 persen, jangkauan asuransi kesehatan naik menjadi 100 persen, serta Angka Partisipasi Kasar Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas Naik, masing-masing menjadi 114,09 persen, 106,94 persen, dan 91,63 persen.

    Dalam bidang ekonomi, pemerintah juga memiliki target untuk meningkatkan PDB per kapita menjadi Rp 72,2 juta, mengurangi tingkat pengangguran terbuka menjadi 4-5 persen, menciptakan 10 juta lapangan kerja, menurunkan Indeks Gini mrnjadi 0,36, dan juga meningkatkan tenaga kerja formal menjadi 51 persen, rasio elektrifikasi menjadi 96,6 persen, serta energi terbarukan campuran menjadi 10-16 persen.

    Selain itu, di bidang lingkungan, pemerintah juga menargetkan peningkatan produksi dan konsumsi sektor-sektor prioritas secara berkelanjutan, pengurangan emisi karbon dioksida hingga 26 persen, pemulihan ekosistem yang terdegradasi seperti 100 ribu hektar kawasan konservasi, dan juga pengelolaan sampah hingga 150 juta ton.

    Pemerintah pun menargetkan peningkatan di bidang pembangunan yang inklusif dan target perangkat implementasi. Pemerintah akan meningkatkan partisipasi dalam Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular dengan berbagai negara. Pemerintah juga akan menerapkan pembangunan partisipatif serta memberikan sistem kartu untuk berbagai program kemiskinan dan sosial.

    Tahun ini, Kementerian PPN atau Bappenas akan menerapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda tersebut merupakan kelanjutan dari Tujuan Pembangunan Milenium atau Millenium Development Goals (MDGs) yang dilaksanakan pada 2000 hingga 2015 lalu. SDGs memiliki 17 tujuan yang saling berkaitan satu sama lain untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.