Penajam Kembangkan Wisata Mangrove Anggarkan Rp1,17 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan melintasi jembatan Cinta di kawasan wisata edukasi hutan mangrove di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, 19 Desember 2015. Tempat wisata seluas 12 hektare tersebut merupakan destinasi baru di wilayah Pangandaran. ANTARA/Adeng Bustomi

    Sejumlah wisatawan melintasi jembatan Cinta di kawasan wisata edukasi hutan mangrove di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, 19 Desember 2015. Tempat wisata seluas 12 hektare tersebut merupakan destinasi baru di wilayah Pangandaran. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan, Kabudayaan, Pariwisata dan Komunikasi Informasi Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengembangkan ekowisata hutan mangrove atau bakau di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam.

    Kepala Dishubbudpar Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara, Ady Irawan, saat dihubungi di Penajam, Senin (10 Mei 2016) mengatakan, pengerjaan pengembangan kawasan ekowisata hutan bakau akan dimulai Juli 2016, dan ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan.

    Anggaran pengembangan kawasan ekowisata mangrove berkisar Rp1,17 miliar tersebut bersumber dari dana alokasi khusus atau DAK Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    Selain sebagai upaya melestarikan bakau dan tujuan wisata, keberadaan kawasan ekowisata hutan bakau itu menurut Ady Irawan, juga dapat meningkatkan PAD (pendapatan asli daera) Kabupaten Penajam Paser Utara.

    "Pengembangan tempat wisata hutan mangrove itu sebagai upaya peningkatan PAD Kabupaten Penajam Paser Utara," katanya.

    "Wisata hutan bakau itu akan dilengkapi fasilitas umum di antaranya, tempat edukasi, jembatan titian sepanjang 400 meter serta MCK dan lahan parkir," jelas Ady Irawan.

    Lahan pengembangan ekowisata mangrove tersebut lanjutnya, merupakan tempat pembudidayaan bakau yang dialihkan sebagai kawasan ekowisata seluas satu hektare.

    "Pemerintah daerah membuat kawasan itu menjadi tempat wisata, karena melihat minat masyarakat untuk berwisata alam cukup tinggi," tambah Ady Irawan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.