PT PAL Lepas Kapal Perang Pesanan Pemerintah Filipina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 saat peluncuran di Galangan PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya, 18 Januari 2016. Kapal ini mampu mengangkut 500 pasukan, tiga helikopter, 2 kapal pendarat 23 meter, 4 tank amphibi, 5 truk, dan kendaraan taktis. ANTARA/Zabur Karuru

    Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 saat peluncuran di Galangan PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya, 18 Januari 2016. Kapal ini mampu mengangkut 500 pasukan, tiga helikopter, 2 kapal pendarat 23 meter, 4 tank amphibi, 5 truk, dan kendaraan taktis. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Surabaya - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla melepas kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 pesanan pemerintah Filipina yang dibuat PT PAL (Persero) di Surabaya, Ahad, 8 Mei 2016. Kapal perang itu akan berlayar langsung ke Filipina. "Saya sangat bangga Indonesia telah mampu menyelesaikan kapal pesanan Filipina," kata Kalla di galangan PT PAL.

    Kalla juga mengaku bersyukur kapal SSV bernama BRP Tarlac (LD-601) tersebut bisa selesai tepat waktu sesuai dengan perjanjian kontrak. "Alhamdulillah, selesai sesuai dengan jadwal pada 2 Mei 2016," ucapnya.

    Direktur PT PAL M. Firmansyah Arifin berujar, SSV-1 BPR Tarlac merupakan kapal pertama yang diekspor Indonesia. Setelah dilepas Wakil Presiden, tutur dia, kapal perang itu langsung berangkat dari Surabaya ke Filipina. "Nanti tanggal 13 Mei 2016 akan dilakukan serah-terima kapal kepada Departemen Pertahanan Filipina di Filipina," katanya.

    Departemen Filipina sendiri memesan dua unit kapal perang jenis SSV. Untuk SSV-1 Tarlac telah selesai dibuat pada 2 Mei 2016. Adapun pesanan kedua, yaitu SSV-2, akan selesai dibuat pada Mei 2017. "Sesuai dengan kontrak, pesanan kedua akan selesai tahun depan," ucapnya.

    Pelepasan kapal SSV-1 turut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

    EDWIN FAJERIAL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.