Minyak Naik Tipis Didorong Pembatasan Produksi Kanada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polar Pioneer merupakan anjungan rig pengeboran lepas pantai, yang dioperasikan oleh perusahaan minyak Shell. Nantinya rig ini akan ditarik menggunakan kapal, menuju pusat pengeboran di Alaska. Seattle, Washington, 14 Mei 2015. Karen Ducey / Getty Images

    Polar Pioneer merupakan anjungan rig pengeboran lepas pantai, yang dioperasikan oleh perusahaan minyak Shell. Nantinya rig ini akan ditarik menggunakan kapal, menuju pusat pengeboran di Alaska. Seattle, Washington, 14 Mei 2015. Karen Ducey / Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak dunia berakhir sedikit lebih tinggi pada Kamis (Jumat pagi WIB, 6 Mei 2016), karena kebakaran besar di wilayah pasir minyak Kanada membatasi produksi.

    Kobaran api yang tidak terkendali menekan kota minyak Kanada, Fort McMurray, setelah lebih dari 80.000 orang terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan hidup mereka.

    Pihak berwenang memperingatkan bahwa dalam 24 jam berikutnya akan menjadi penting untuk kelangsungan hidup kota itu.

    Laporan-laporan mengatakan kebakaran di wilayah pasir minyak Kanada belum mencapai fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk mengekstrak minyak mentah, tetapi beberapa pipa minyak telah ditutup, pekerja dipaksa untuk meninggalkan.

    "Saluran pipa di wilayah ini ditutup sebagai tindakan pencegahan, sementara produksi di fasilitas-fasilitas di daerah tersebut sedang terganggu," kata Matt Smith di ClipperData.

    "Jumlah yang sedang terganggu di sekitar itu, dengan perkiraan setinggi 800.000 barel per hari untuk berapa banyak produksi Kanada bisa menjadi tidak terkoneksi," katanya.

    Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, berakhir pada 44,32 dolar AS per barel, naik 54 sen, di New York Mercantile Exchange. Kontrak berjangka AS sempat naik setinggi 46,07 dolar AS, level yang terakhir dicapai pada November, sebelum mundur kembali.

    Di London, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik 39 sen menjadi menetap di 45,01 dolar AS per barel.

    Kyle Cooper dari IAF Advisors mengatakan para investor pada Kamis telah terpukul beberapa tingkat resistensi terhadap kenaikan harga lebih lanjut. "Reli ini mungkin sedikit lelah," katanya.

    Pada Kamis (5 Mei 2016), harga juga didukung oleh krisis politik di Libya yang dapat membatasi produksi minyak dan penurunan kembali dalam produksi minyak AS pekan lalu, kata para analis.

    "Produksi minyak AS pada titik terendah dalam delapan bulan, serta kebakaran membatasi produksi Kanada, telah mendukung harga," kata analis CMC Markets Jasper Lawler.

    Produksi minyak AS turun 46.000 barel menjadi 8,923 juta barel per hari pada pekan lalu, menurut laporan mingguan Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dirilis Rabu, demikian Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.