Libur Panjang, Daerah Wisata Masih Jadi Favorit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Hariyanto

    TEMPO/Hariyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki libur panjang pada 5-8 Mei 2016, pihak Bandara Soekarno-Hatta mengatakan daerah-daerah wisata masih menjadi destinasi tujuan utama.

    "Dari pengamatan kami, kebanyakan liburan. Semuanya ada tren kenaikan, tapi yang kami lihat paling tinggi tujuan kota-kota wisata. Denpasar, misalnya, itu tinggi sekali. Kalau beli (tiket) hari ini, pasti enggak dapat," kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura (AP) II Agus Haryadi saat dihubungi Tempo, Kamis, 5 Mei 2016.

    Selain Denpasar, kota-kota wisata seperti Surabaya dan Medan menjadi kota tujuan yang diminati dalam liburan kali ini. Agus menyebutkan kebanyakan penumpang adalah wisatawan atau pelancong. Tujuan ke kota-kota lain pun mengalami peningkatan, tapi tak sebesar kota-kota wisata populer.

    Dalam dua hari ini, AP II menyebut pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 850.605 atau naik sekitar 41 persen dibanding hari normal.

    Sementara traffic aircraft movement atau pergerakan pesawat diperkirakan naik 33 persen menjadi 5.858 pergerakan dibanding hari normal. "Puncak keberangkatan terjadi Rabu sore kemarin, sedangkan prediksi puncak arus balik terjadi pada Ahad sore mendatang," ucap Agus.

    Selama masa liburan panjang ini, AP II menyatakan telah berkoordinasi dengan semua instansi terkait. Agus menuturkan antisipasi lonjakan penumpang sudah disiapkan dan tak terlalu dikhawatirkan. "Ini kan sudah biasa. Kalau Lebaran, ya beda lagi," ujarnya.

    Libur panjang ini karena peringatan Kenaikan Isa Almasih Isra Miraj masing-masing jatuh pada Kamis dan Jumat, 5-6 Mei 2016, yang menyambung akhir pekan.

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.