Libur Panjang, Penumpang di Bandara Juanda Naik 15 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang mengamati layar infromasi penerbangan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Februari 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah calon penumpang mengamati layar infromasi penerbangan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Februari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Jumlah penumpang di Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada libur panjang pekan ini diprediksi meningkat 15 persen daripada jumlah penumpang hari biasa. Puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada hari ini, Rabu, 4 Mei 2016.

    “Jumlah penumpang hari ini diprediksi mencapai 62.700. Angka ini naik 15 persen dibanding jumlah penumpang hari biasa  sekitar 53.000,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Yuwono.

    Menurut Yuwono jalur penerbangan yang mengalami peningkatan penumpang signifikan ialah Jakarta, Balikpapan dan Bali. Sedangkan untuk tujuan luar negeri ialah Malaysia, Hongkong, dan Singapura.

    Meski demikian jumlah penerbangan tambahan (extra flight) pada libur panjang pekan ini hanya ada satu, yakni dari maskapai Nam Air jurusan Denpasar-Surabaya dan sebaliknya. "Extra flight  Nam Air untuk jadwal penerbangan pada tanggal 5, 7, dan 8 Mei."

    Berdasarkan pantauan Tempo pada Rabu siang, arus penambahan penumpang sudah terlihat. Sejumlah penumpang dan mobil memadati Terminal 1 Kedatangan Bandara Juanda.

    Secara umum, kata Yuwono, terdapaat pertumbuhan jumlah penumpang pada triwulan I 2016 di Bandara Juanda sebesar 23,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Menurutnya jumlah penumpang pada triwulan I 2016 mencapai 4,6 juta. "Sementara pada periode yang sama tahun lalu hanya 3,7 juta penumpang," kata dia.

    Selain kenaikan penumpang, jumlah pesawat di Bandara Juanda juga mengalami peningkatan sebesar 17 persen.  Peningkatan jumlah penumpang dan pesawat ini, kata dia, disebabkan oleh banyak faktor. "Salah satunya karena kondisi perekonomian masyarakat kita yang kian membaik," kata Yuwono.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.