Harga Emas Berjangka Turun, Tertekan Aksi Ambil Untung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu buah batang emas seberat 1 kilogram, dipamerkan di Korea Gold Exchange. Bijih emas dapat diolah menjadi beragam produk, mulai dari cincin, gelang hingga emas batangan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    Satu buah batang emas seberat 1 kilogram, dipamerkan di Korea Gold Exchange. Bijih emas dapat diolah menjadi beragam produk, mulai dari cincin, gelang hingga emas batangan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa waktu setempat atau Rabu pagi, 4 Mei 2016, tertekan penguatan dolar Amerika Serikat dan aksi ambil untung.

    Menurut Xinhua, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun empat dolar Amerika atau 0,31 persen menjadi di posisi 1.291,80 dolar AS per ons.

    Emas berada di bawah tekanan karena indeks dolar Amerika naik atas sebagian besar mata uang utama pada Selasa. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

    Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik, harga emas berjangka akan turun, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

    Para analis juga menuturkan sebagian dana-dana mulai melakukan ambil untung pada Selasa pagi setelah harga emas menguat selama enam hari perdagangan berturut-turut, mengerahkan tekanan tambahan pada harga emas berjangka.

    Pedagang sedang menunggu rilis laporan ketenagakerjaan Automated Data Processing (ADP) dan laporan perdagangan internasional, yang keduanya akan keluar pada Rabu.

    Sementara itu, laporan klaim pengangguran mingguan akan dirilis pada Kamis, dan laporan ketenagakerjaan bulanan besar akan diumumkan pada Jumat mendatang.

    Perak untuk pengiriman Juli 2016 turun 18,30 sen atau 1,03 persen menjadi ditutup di posisi 17,499 dolar Amerika per ons. Platinum untuk pengiriman Juli turun 14,80 dolar AS atau 1,36 persen menjadi ditutup pada posisi 1.071,60 dolar Amerika per ons.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.