Minim Sentimen, Sekuritas Ini Prediksi IHSG Kembali Tertekan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset NongHyup Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah di perdagangan Selasa, 3 Mei 2016. IHSG diperkirakan support di 4.739-4.783 dan resisten 4.851-4.886.

    "Laju IHSG mengarah ke area oversold yang menandakan masih cukup tingginya aksi jual," kata Reza dalam siaran persnya, Selasa, 3 Mei 2016.

    Menurut Reza belum ada sentimen positif sehingga laju IHSG masih melemah. "Adanya rilis deflasi juga tidak banyak memberikan sentimen yang cukup positif pada laju IHSG," katanya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi April 2016 sebesar 3,6 persen yoy dan menyebabkan inflasi sebesar 0,16 persen ytd. Deflasi bulanan (month-to-month) April 2016 sebesar 0,45 persen. Angka ini berbanding terbalik dibanding kondisi Maret, di mana Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.

    Baca Juga: Menko Darmin: Inflasi Nasional Bergerak ke Angka 4 Persen

    Deflasi disebabkan penurunan harga ahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Premium dan solar turun harga sebesar Rp 500 per liter mulai 1 April 2016. Kebijakan tersebut dianggap sebagai salah satu penyumbang deflasi utama, mencapai 3,38 persen terhadap total deflasi April.

    Deflasi pada komponen BBM kemudian berdampak pada penurunan harga transportasi yang tercatat sebesar 2,42 persen secara bulanan. Golongan bahan pangan mengalami deflasi bulanan sebesar 0,94 persen dan berkontribusi terhadap deflasi April sebesar 0,22 persen.

    Penurunan tarif listrik bagi 12 golongan non subsidi juga turut menyumbang deflasi di 80 kota seluruh Indonesia. Tarif listrik turun Rp 9 per Kilowatt hour (KWh). Tarif menurun sebesar 1,62 persen namun memiliki bobot terhadap komponen pembentuk deflasi sebesar 3,28 persen.

    Simak Pula: Lion Air Senggolan di Soekarno-Hatta, Airnav Lapor ke KNKT  

    IHSG di perdagangan kemarin di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 0,63 persen atau turun 30 poin ke level 4.808. Sektor yang menguat hanya konsumer yaitu 0,42 persen. Sementara sektor yang melemah adalah infrastruktur -2.30 persen, property -1.51 persen, dan basic industry -1.45 persen.

    Asing melakukan net sell sebanyak Rp 504 miliar. Saham yang paling banyak di beli yakni GGRM, WSKT, BBCA, INTP, dan ICBP. Sementara saham TLKM, ASII, PGAS, BBNI, dan BSDE paling banyak dijual.

    Saham top gainers kemarin adalah TIRT, WINS, IPOL, MGNA, dan RBMS. Sedangka top losers yaitu GMTD, FMII, CMPP, DOID, SKBM.

    VINDRY FLORENTIN

    Baca juga:
    Ahok Buka Rahasia Mundurnya Rustam Effendi, Ternyata...
    PDIP Siapkan Risma Tantang Ahok, Ada yang Menghindar?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.