Bergerak Terbatas, IHSG Diprediksi Berpeluang Rebound  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi seorang pialang saat memantau pergerakan saham IHSG pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Ekspresi seorang pialang saat memantau pergerakan saham IHSG pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis dari First Asia Capital, David Sutyanto, memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak terbatas dengan volume yang tipis tapi berpeluang rebound. IHSG diperkirakan bergerak di support 4.780 dan resisten sederhana di 4.820.      

    David mengatakan IHSG berpeluang rebound setelah kemarin level support di 4.780 berhasil bertahan. "Sejumlah saham sektoral unggulan yang terkoreksi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir berpeluang technical rebound," kata David dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 3 Mei 2016.

    Dari kawasan Asia, sentimen pasar akan dipicu data manufaktur Cina versi Caixin. Data diperkirakan di angka indeks 49,8 naik dari bulan sebelumnya 49,7.

    IHSG pada perdagangan kemarin kembali bergerak di teritori negatif, ditutup terkoreksi 0,62 persen atau 30,264 poin di 4.808,319. Koreksi terjadi untuk dua sesi perdagangan berturut-turut.

    Baca Juga: Menko Darmin: Inflasi Nasional Bergerak ke Angka 4 Persen

    Menurut David, perdagangan berlangsung lebih sepi dari pekan sebelumnya dengan nilai transaksi di Pasar Reguler hanya mencapai Rp 3 triliun turun dari rata-rata pekan lalu Rp 4,8 triliun. Pemodal asing kembali melepas saham, tercermin dari penjualan bersih mencapai Rp 503,84 miliar. Pekan lalu asing membukukan penjualan bersih Rp 1,9 triliun.

    Pergerakan negatif IHSG kemarin seiring dengan pergerakan pasar saham kawasan Asia. Pasar Asia mengalami koreksi dipimpin pasar saham Jepang. Banyak pasar saham yang masih libur menyambut Hari Buruh.

    Indeks saham The MSCI Emerging Market kemarin koreksi 0,6 persen. Data inflasi April yang mencatatkan deflasi 0,45 persen (mom) dan inflasi 3,6 persen (yoy) belum berpengaruh mengangkat minat beli pemodal. "Pendeknya perdagangan pada pekan ini menyusul libur panjang di akhir pekan ikut mempengaruhi animo pemodal," kata David.

    Simak: Grab Punya GrabFood, Saingi Go-Food

    Sementara Wall Street tadi malam berhasil rebound setelah koreksi di dua sesi perdagangan sebelumnya. Indeks DJIA dan S&P masing-masing rebound 0,66 persen dan 0,78 persen tutup di 17.891,16 dan 2.081,43.

    Penguatan Wall Street merespon pelemahan dolar Amerika setelah data aktivitas manufaktur di negara tersebut tumbuh melambat di bawah perkiraan. Indeks ISM Manufacturing PMI April turun di 50,8 di bawah perkiraan 51,6 dan indeks bulan sebelumnya 51,8. Harga minyak mentah di Amerika tadi malam koreksi 2,2 persen di US$ 44,89 per barel.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.