Menko Darmin: Inflasi Nasional Bergerak ke Angka 4 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan laju inflasi nasional saat ini masih dalam proyeksi pemerintah dan bergerak menuju angka perkiraan empat persen.

    "Kita memang ingin inflasi bergerak menuju empat persen sepanjang tahun dan sekarang pencapaiannya masih sesuai dengan track yang diharapkan," kata Darmin di Jakarta, Senin (2 Mei 2016).

    Ia mengatakan pemerintah akan terus menjaga laju inflasi hingga akhir tahun dengan berbagai upaya, termasuk di antaranya menyiagakan pasokan bahan komoditas pangan agar harganya tetap terkendali.

    Untuk itu, ia menyambut baik deflasi pada April 2016 sebesar 0,45 persen, yang dipicu oleh turunnya harga BBM dan tarif listrik serta beberapa harga komoditas seperti beras, cabai merah, daging ayam ras dan telur ayam ras.

    "Memang harga bawang naik, tapi untuk bulan ke bulan, kita justru deflasi setelah bulan sebelumnya agak tinggi. Sehingga kita mulai masuk track yang diharapkan, tiga atau empat persen year on year," katanya.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2016 terjadi deflasi sebesar 0,45 persen, sehingga inflasi tahun kalender Januari-April 2016 tercatat 0,16 persen dan laju inflasi secara tahunan 3,6 persen.

    Sedangkan, inflasi inti pada April 2016 tercatat mencapai 0,15 persen, tingkat inflasi inti tahun kalender Januari-April 2016 sebesar 0,96 persen dan inflasi inti secara tahunan 3,41 persen.

    Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada April adalah bensin, cabai merah, beras, ikan segar, tarif listrik, daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, kentang, tarif angkutan dalam kota, tarif angkutan udara, kacang panjang, sawi hijau, tarif angkutan antar kota dan solar.

    Meski demikian, beberapa komoditas masih mengalami harga antara lain bawang merah, tomat sayur, tomat buah, bawang putih, wortel, apel, jeruk, pepaya, minyak goreng, rokok kretek, rokok kretek filter dan kontrak rumah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.