Pembukaan Perdagangan Pagi, IHSG Terkoreksi Tipis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016.  IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016. IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah di posisi 4.828,96. “Ini turun 0,20 persen dari perdagangan Jumat lalu,” ujar Sekretaris Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Aviliani saat pembukaan sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 2 Mei 2015.

    Sebelumnya, kalangan analis memprediksi IHSG masih akan berada di zona merah karena tidak ada sentimen positif yang bisa mengangkat indeks saham. Kepala Riset NongHyup Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG diprediksi melemah hari ini.

    IHSG diprediksi berada di area support (batas atas) 4.784-4.811 dan resisten (batas bawah) 4.859-4.882. “Laju IHSG sempat berada di area target support 4.804-4.832, tapi masih di bawah area target resisten kami, yakni 4.878-4.896,” ujar Reza dalam keterangan tertulis.

    Baca Juga: Sensus Ekonomi 2016, BPS: Dulu 9 Sektor, Sekarang 17 Sektor 

    Reza menambahkan, skema pelemahan IHSG kembali terjadi. Belum adanya sentimen positif yang mampu membawa IHSG berbalik arah membuat IHSG masih terpenjara dalam zona merah. Apalagi bursa saham global juga belum memberi sentimen yang cukup positif.

    Walaupun secara tren masih berpeluang melanjutkan pelemahan, diharapkan masih ada sentimen positif untuk mencegah penurunan lebih lanjut. Namun para pelaku pasar perlu mewaspadai kembali perubahan sentimen yang ada.

    IHSG menutup perdagangan akhir pekan lalu di zona merah. Berdasarkan data RTI, indeks turun 0,20 persen atau 9,807 poin ke level 4.838,58. Dalam perdagangan hari itu, tercatat 185 saham bergerak turun, 124 saham bergerak naik, dan 86 saham stagnan.

    BAGUS PRASETIYO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.