Menteri Jonan Resmikan Pelabuhan Bangkutoko Senin Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh redaksi Tempo dengan dalam diskusi saat berkunjung ke gedung Tempo di Palmerah, Jakarta, 29 April 2016. Jonan menjelaskan tentang pemerataan pembangunan bandara termasuk di kota-kota terpencil di Indonesia. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh redaksi Tempo dengan dalam diskusi saat berkunjung ke gedung Tempo di Palmerah, Jakarta, 29 April 2016. Jonan menjelaskan tentang pemerataan pembangunan bandara termasuk di kota-kota terpencil di Indonesia. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan meresmikan Pelabuhan Bungkutoko di Sulawesi Tenggara, Senin, 2 Mei 2016. Pelabuhan yang menghabiskan dana APBN Rp 204,217 miliar ini dibangun sejak tahun 2009.

    "Untuk operasinya belum mulai. Masih menunggu izin operasi," kata Hemi Pamurahardjo, juru bicara Kementerian Perhubungan, Ahad, 1 Mei 2016. Lokasi pelabuhan tersebut berada di mulut Teluk Kendari yang menjadi tempat pertemuan arus keluar-masuk air laut dari Teluk Kendari serta dari Laut Banda.

    Pelabuhan Bungkutoko merupakan pelabuhan pengumpul terbesar yang memiliki kapasitas kapal kargo sebesar 6.000 DWT (Dead Weight Tonnage). Selain itu, pelabuhan ini dapat menampung kapal penumpang dengan ukuran 6.022 GT (Pelni) dengan kedalaman Faceline dermaga cukup luas.

    Pembangunan Pelabuhan Bungkutoko sendiri telah diputuskan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 168 Tahun 1998 tentang Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, Buton, Kolaka, dan Kendari.

    Pembangunan Pelabuhan Bungkutoko juga merupakan pengembangan dari Pelabuhan Kendari yang terkendala pengembangannya karena keterbatasan lahan pengembangan, pendangkalan perairan kolam, dan alur pelayaran yang sempit. 

    Pembangunan Pelabuhan Bungkutoko juga mempertimbangkan tingkat pertumbuhan pelabuhan Laut Kendari yang cukup tinggi dengan ditandai Berth Occupancy Ratio (BOR) 79 persen; pertumbuhan kontainerisasi mencapai 7,79 persen per tahun; pertumbuhan arus barang 10,2 persen per tahun; dan pertumbuhan arus peti kemas 7 persen per tahun.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.