Sensus Ekonomi, Ada Perubahan Tahun Dasar Perhitungan PDB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Sensus Ekonomi 2016 mendata rumah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jalan Widya Chandra IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 1 Mei 2016. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    Petugas Sensus Ekonomi 2016 mendata rumah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jalan Widya Chandra IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 1 Mei 2016. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan sensus ekonomi 2016 berfungsi memperbaharui informasi mengenai jumlah usaha di berbagai bidang ekonomi. Sensus ekonomi terakhir oleh Badan Pusat Statistik dilakukan pada 2006.

    "Makanya perlu sensus terbaru, mulai usaha rumah tangga, usaha online, hingga usaha yang terpisah di luar rumah. Itu semua dicatat," ucap Darmin di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad, 1 Mei 2016.

    Menurut Darmin, pemerintah perlu mengetahui perkembangan jumlah usaha di berbagai sektor ekonomi. Dalam sepuluh tahun terakhir, dapat terjadi perubahan dalam perekonomian. "Bahkan bisa terjadi kegiatan jenis baru, misalnya usaha online seperti Go-Jek," ujarnya.

    Baca: Jokowi Tegur Pengusaha Jangan Manipulasi Data

    Selain itu, tutur Darmin, sensus ekonomi ini akan mengubah tahun dasar yang menjadi patokan dalam menghitung produk domestik bruto. "Dalam menghitung PDB, indeks kenaikan produksi dikalikan dengan PDB tahun dasar. Saat ini tahun dasarnya adalah tahun 2006."

    Dengan sensus itu, kata Darmin, pihak yang berkepentingan dapat mengukur berbagai hal dalam perekonomian, seperti produktivitas serta daya saing. "Dan juga kegiatan ekonomi mana yang paling besar dampaknya bagi perekonomian. Itu bisa dicek," ucap Darmin.

    Menurut Darmin, sensus ekonomi saat ini tidak termasuk sektor pertanian. Sensus di bidang pertanian sudah digelar pada 2013. "Karena usaha-usahanya menyangkut sangat banyak orang di Indonesia. Di negara lain, pertanian menyumbang 6-7 persen perekonomian. Di Indonesia, lebih," ujarnya.

    Simak: Jokowi Resmikan Pasar Doyo Baru Sentani di Papua 

    Pemerintah menggelar sensus ekonomi 2016 pada Mei ini. Sensus itu melibatkan sekitar 300 ribu pegawai BPS. Kepala BPS Suryamin menuturkan puluhan juta pelaku usaha akan disensus. Data sensus ekonomi 2016 akan dapat menggambarkan potensi ekonomi Indonesia.

    Presiden Joko Widodo meminta para pengusaha bersikap kooperatif dalam mengikuti sensus tersebut, agar BPS bisa mendapat data yang akurat. Pengusaha tak perlu takut mengungkapkan data perusahaannya, karena sensus ekonomi ini tidak akan mengorek data perpajakan dari target sensus.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.