May Day, Ini Kata Darmin Soal Tuntutan Buruh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bandung berunjukrasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 1 Mei 2016. Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) para jurnalis menyerukan agar perusahaan media, menjadikan kesejahteraan jurnalis dan pekerja media, sebagai prioritas dan menghentikan segala pelanggaran ketenagakerjaan dengan dalih apapun. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bandung berunjukrasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 1 Mei 2016. Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) para jurnalis menyerukan agar perusahaan media, menjadikan kesejahteraan jurnalis dan pekerja media, sebagai prioritas dan menghentikan segala pelanggaran ketenagakerjaan dengan dalih apapun. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution angkat bicara terkait dengan beberapa tuntutan serikat buruh yang berdemo pada Hari, Ahad, 1 Mei 2016. Menurut dia, pemerintah tidak hanya berfokus pada kesejahteraan masyarakat yang sudah bekerja.

    Darmin mengatakan pemerintah tidak hanya mengurusi orang yang sudah bekerja, tapi juga yang belum bekerja. "Pemerintah sedang mencari jalan supaya mereka mendapat pekerjaan," ucap Darmin di kediamannya, Jalan Widya Chandra IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Karena itu, menurut Darmin, apabila serikat buruh menuntut sesuatu, pemerintah tidak harus mengikuti tuntutan tersebut. "Tidak harus diikuti dong. Pemerintah harus mempertimbangkan, tuntutan itu akan menambah orang yang bekerja atau tidak," ujarnya.

    Selain berfokus pada pemenuhan lapangan kerja bagi pengangguran, menurut Darmin, pemerintah tengah berfokus agar tidak terbawa arus ekonomi dunia yang saat ini tengah melambat. "Dengan membangun infrastruktur, mempercepat pengeluaran APBN, mengundang investasi, dan menyiapkan pengembangan sumber daya manusia."

    Pada peringatan May Day kali ini, kelompok buruh yang berkumpul di Ibu Kota diperkirakan mencapai 50.600 orang. Mereka datang dari Bekasi, Tangerang, Depok, Bogor, Subang, Purwakarta, Karawang, Bogor, Serang, Bandung, dan daerah lain. Kelompok buruh itu akan long march dari Istana Negara dan Bundaran Hotel Indonesia.

    Rencananya, puncak aksi akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno untuk mendeklarasikan beberapa tuntutan. Kelompok buruh menuntut pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Buruh juga mengkritik pemerintah terkait dengan invasi tenaga kerja asing.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.