Lembaga Layanan Pemasaran UKM Gandeng BUMN Kembangkan Ekspor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembutan sepatu di Usaha kecil Menengah rumahan NAS Collection di jalan Setia Budi, Jakarta Selatan, Kamis (17/5). Usaha sepatu ini sudah berjalan selama 12 tahun dengan produk telah diekspor ke berbagai negara seperti Belanda, Malaysia, Cina dan negara lainya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pekerja menyelesaikan pembutan sepatu di Usaha kecil Menengah rumahan NAS Collection di jalan Setia Budi, Jakarta Selatan, Kamis (17/5). Usaha sepatu ini sudah berjalan selama 12 tahun dengan produk telah diekspor ke berbagai negara seperti Belanda, Malaysia, Cina dan negara lainya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah (UKM) telah menggandeng tiga badan usaha milik negara (BUMN) untuk mempercepat pengembangan ekspor produk UKM. Tiga BUMN itu adalah Sarinah, PT Bhanda Ghara Reksa, dan PT Sucofindo.

    “Kami tengah mengupayakan mendorong percepatan pengembangan ekspor produk-produk UKM ke luar negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengajak kerja sama sejumlah perusahaan BUMN,” kata Direktur Utama LLP Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 1 Mei 2016.

    Pada Sabtu kemarin, Ahmad mengunjungi Bali untuk melihat potensi usaha masyarakat. Lokasi yang dikunjungi antara lain Pasar Klungkung yang memiliki produk UKM berupa kerajinan kain. Ia menilai produk-produk itu layak masuk pasar ekspor.

    Ahmad mengaku telah mengadakan pertemuan dengan tiga BUMN tersebut untuk membahas kerja sama pengembangan ekspor. Lembaganya juga telah menyepakati kerja sama dengan menuangkannya dalam nota kesepahaman (MoU). Senin mendatang, ucap dia, akan ada pertemuan untuk membahas kelanjutan kerja sama.

    Ahmad menyebutkan salah satu BUMN, Sarinah, memiliki sumber daya untuk mendukung kebutuhan pembiayaan. Dengan PT Sucofindo, ujar dia, pihaknya akan bekerja sama dalam bentuk sertifikasi produk. Sedangkan dengan PT Bhanda Ghara Reksa akan diupayakan pada sisi pemenuhan logistik. Langkah itu dinilai akan memudahkan pengembangan kualitas produk sehingga mampu menembus pasar luar negeri. “Jadi ini bagian dari tanggung jawab BUMN-BUMN itu untuk berperan mempercepat pengembangan ekspor UKM,” tuturnya.

    Ahmad mengatakan saat ini tengah memverifikasi 58 produk UKM untuk dipasarkan ke luar negeri. Produk-produk itu di antaranya furnitur, kerajinan tangan, dan aksesori. Hasilnya nanti akan dijadikan sebagai contoh, sehingga usaha lain bisa mengikuti. Ia menargetkan verifikasi itu selesai Juni mendatang.

    DANANG FIRMANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.