Bersaing di MEA, Menaker: Negara Harus Punya 3 Bekal Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mahasiswa. shutterstock.com

    Ilustrasi mahasiswa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta mahasiswa siap bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

    "Kita memasuki dunia yang penuh persaingan. Mau enggak mau harus siap bersaing. Meningkatkan daya saing itu tidak bisa dielakkan," ujar Menaker ketika memberikan sambutan dalam pembukaan workshop mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Serang, Jumat, 29 April 2016.

    Hanif mengatakan, dalam pelaksanaan MEA, negara yang menang bersaing adalah yang memiliki karakter, keahlian, dan kreativitas yang kuat.

    Pemerintah, ujar dia, mendorong peningkatan daya saing, antara lain melalui pendidikan vokasional (kejuruan), terutama bagi lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang jumlahnya mencapai 68 persen dari 122 juta angkatan kerja.

    "Kalau pendidikan, harus didorong ke pendidikan vokasi. Tapi ini harus dimasifkan. Tantangannya di situ," ujarnya.

    Salah satu cara mendorong peningkatan keahlian, menurut Menaker, dilakukan melalui pemberdayaan Balai Latihan Kerja (BLK).

    Pemerintah juga memfasilitasi kerja sama pelatihan BLK dengan negara lain untuk mempercepat peningkatan kompetensi.

    "Sudah ada beberapa BLK yang kerja sama dengan negara lain, misalnya Bekasi kerja sama dengan Jepang," ujar Hanif.

    Selain Jepang, pemerintah merintis kerja sama dengan negara lain, seperti Jerman dan Swiss.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.