Indonesia dan Malaysia Kerja Sama Patroli Illegal Fishing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peledakan kapal MV Viking buronan Interpol Norwegia di Kawasan Cagar Alam Pasir Putih, Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, 14 Maret 2016. Bangkai kapal ini akan dijadikan monumen simbol perlawanan ilegal fishing. TEMPO/Aditya Herlambang

    Peledakan kapal MV Viking buronan Interpol Norwegia di Kawasan Cagar Alam Pasir Putih, Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, 14 Maret 2016. Bangkai kapal ini akan dijadikan monumen simbol perlawanan ilegal fishing. TEMPO/Aditya Herlambang

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dan Malaysia berencana menjalin kerjasama di bidang perikanan. Kerja sama sektor perikanan meliputi penanganan permasalahan nelayan dari kedua negara yang menangkap ikan di kawasan perairan perbatasan hingga rencana patroli bersama.

    "Kami mengobrol soal pertemuan bilateral supaya tidak ada friksi seperti dalam hal perbatasan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti setelah menerima Menteri Pertanian Malaysia Dato Sri Ahmad Shabery Cheek di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat, 29 April 2016.

    Menteri Susi mengungkapkan sejumlah kerja sama yang rencananya bakal ditingkatkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), antara lain terkait dengan pertukaran data satelit dan radar.

    Selain itu, kata dia, juga dibahas mengenai rencana patroli bersama yang dilakukan dengan pihak Indonesia, bisa dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) atau Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP.

    Susi Pudjiastuti juga mengaku dirinya diundang untuk menghadiri acara Konferensi Internasional tentang Bioproses dan Teknik Pertanian di Kuala Lumpur, Malaysia, November 2016.

    Menteri Kelautan dan Perikanan menjelaskan di Malaysia sektor perikanan juga termasuk ke dalam sektor yang berada di bawah Kementerian Pertanian.

    Sebelumnya, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyambut baik keinginan pemerintah Malaysia untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Zulkifli Hasan saat menerima Duta Besar Malaysia Zahrain Mohamed Hashim yang menemuinya di ruang kerjanya, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa, 5 April 2016.

    "Sebagai bangsa serumpun, Indonesia dan Malaysia harus saling mendukung," kata Zulkifli Hasan.

    Dubes Malaysia dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya ingin terus meningkatkan hubungan kedua negara, seperti Malaysia juga ingin belajar terkait dengan demokrasi dari Indonesia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.