OJK Minta Perbankan Aktif Biayai Sektor Prioritas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muliaman Darmansyah Hadad. TEMPO/Tony Hartawan

    Muliaman Darmansyah Hadad. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta kalangan perbankan lebih berperan aktif dalam membiayai berbagai sektor prioritas. "Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam Kongres Dunia Association Cambiste Internationale (ACI) di Hotel Ritz-Charlton, Jakarta Selatan, Jumat, 29 April 2016. 

    Sebagai anggota kelompok negara G-20, kata Muliaman, pemerintah Indonesia juga berkomitmen menjaga keselarasan berbagai peraturan, khususnya di sektor keuangan. "Tahun ini, Indonesia akan di-review oleh sesama anggota G-20, terutama dalam konsistensi berbagai macam aturan.” 

    Karena itu, menurut Muliaman, berbagai pelaku di sektor keuangan perlu meningkatkan kapasitas masing-masing untuk menjaga keselarasan tersebut. "OJK sendiri akan menyelaraskan dan mengadaptasi berbagai aturan sebagai konsekuensi menjadi anggota G-20," katanya. 

    Dalam kongres tersebut, Muliaman berharap ACI memiliki komitmen yang sama dengan pemerintah untuk mengedepankan stabilitas sistem keuangan melalui peningkatan pemahaman terhadap berbagai instrumen keuangan. "Karena itu, kami mengapresiasi ACI, yang mengadopsi code of conduct dari berbagai instrumen," tuturnya. 

    Hari ini, Kongres Dunia Association Cambiste Internationale-Financial Market Association (ACI-FMA) ke-55 dibuka. Kongres yang mengangkat tema "Value in Diversity" ini merupakan wadah bagi para profesional keuangan dari seluruh dunia untuk membangun jejaring serta mendiskusikan kesempatan dan tantangan bisnis saat ini.

    Kongres tersebut akan dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kongres ini juga akan diisi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad; Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo; pemilik CT Corporation, Chairul Tanjung; dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. 

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.