Kongres Dunia ACI Akan Dibuka Hari Ini oleh Jusuf Kalla  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016.  IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016. IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Kongres Dunia Association Cambiste Internationale-Financial Market Association (ACI-FMA) ke-55 akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat, 29 April 2016. Kongres yang digelar hingga 30 April ini akan mengangkat tema "Unity in Diversity". 

    Kongres ini merupakan wadah bagi para profesional keuangan dari seluruh dunia untuk membangun jejaring serta mendiskusikan kesempatan dan tantangan bisnis saat ini. "Serta bertekad meningkatkan peran Indonesia dalam perekonomian dunia," demikian rilis dari ACI-FMA. 

    Hari ini, kongres akan diisi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Direktur Utama CT Corporation Chairul Tanjung, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. 

    Diskusi panel pada hari pertama ini akan mendiskusikan cara mengatur sektor-sektor ekonomi yang baru. Setelah itu, diskusi panel berlanjut dengan pembahasan mengenai ketidakpastian perbaikan ekonomi dan volatilitas pasar keuangan dunia. 

    Pada hari kedua, diskusi panel dilanjutkan dengan mendiskusikan strategi untuk bertahan di tengah gejolak ekonomi. Lalu, diskusi panel juga akan membahas perkembangan perdagangan pada masa depan. Dalam diskusi panel hari kedua besok akan dibahas pula perbankan syariah. 

    Kongres Dunia ACI sendiri merupakan kongres bagi para pelaku pasar keuangan untuk bertemu dan bertukar pandangan mengenai tren industri. Kongres yang pertama kali digelar pada 1957 ini sudah pernah diadakan di Milan, Berlin, Singapura, dan juga Dubai. 

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.