Layani Umroh, Garuda Indonesia Buka Rute Jakarta - Madinah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat terbang komersil Airbus A330-300 (kiri) dan pesawat terbang komersil Boeing 777-300ER di hanggar Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Tangerang, 1 Februari 2016. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendatangkan Airbus A330-300 dengan Super Diamond Seat Business Class pertama dan Boeing 777-300ER yang kesepuluh. TEMPO/Tony Hartawan

    Pesawat terbang komersil Airbus A330-300 (kiri) dan pesawat terbang komersil Boeing 777-300ER di hanggar Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Tangerang, 1 Februari 2016. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendatangkan Airbus A330-300 dengan Super Diamond Seat Business Class pertama dan Boeing 777-300ER yang kesepuluh. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Indonesia meresmikan rute penerbangan baru Jakarta – Madinah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat jaringan penerbangan Garuda, khususnya di wilayah Timur Tengah, dan upaya optimalisasi potensi pasar Umrah.

    Direktur Niaga Garuda Indonesia, Agus Toni Soetirto, mengatakan bahwa dengan pertumbuhan penumpang sebesar lebih dari 30 persen pada tahun 2015 lalu, Madinah merupakan salah satu pangsa pasar yang sangat potensial untuk bagi maskapainya untuk wilayah Timur Tengah. "Peresmian rute baru Jakarta – Madinah ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada pengguna jasa dalam melaksanakan perjalanan Umroh," kata Toni melalui siaran persnya, Kamis 28 April 2016.

    Penerbangan perdana Jakarta – Madinah telah diberangkatkan dari Gate E7 Terminal 2E Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Rabu, 27 April 2016. Nantinya, penerbangan Jakarta – Madinah tersebut dilayani tiga kali dalam seminggu, setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu dengan menggunakan pesawat berbadan besar Boeing 777-300ER yang dilengkapi dengan inflight entertainment yang akan memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang.

    Penerbangan Jakarta menuju Madinah (GA-970) berangkat dari Jakarta pada pukul 14.30 WIB dan tiba di Madinah pada pukul 20.35 waktu setempat. Sementara penerbangan dari Madinah menuju Jakarta (GA-971), berangkat dari Madinah pada pukul 22.40 waktu setempat dan tiba di Jakarta pada pukul 12.35 WIB pada hari berikutnya.

    Di samping itu, sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi pasar Umroh, Garuda Indonesia juga meningkatkan frekuensi penerbangan dari Jakarta menuju Jeddah menjadi tiga kali setiap hari dari yang sebelumnya hanya dilayani dua kali setiap harinya. "Dengan layanan khas Garuda Indonesia Experience yang didukung dengan armada baru dengan rata-rata usia kurang dari 4.5 tahun, kami berkomitmen mempersembahkan layanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa” kata Toni.

    Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menyambut gembira penerbangan perdana Garuda Indonesia rute Jakarta – Madinah tersebut. “Sebagai maskapai pembawa bendera bangsa sekaligus sebagai maskapai bintang 5, penerbangan tersebut tentunya akan memberikan kenyamanan dan pelayanan terbaik bagi para masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan ibadah Umroh,” kata Lukman.

    Dengan pembukaan rute penerbangan Jakarta – Madinah tersebut, saat ini Garuda Indonesia melayani 24 penerbangan ke Timur Tengah (Jeddah dan Madinah) setiap pekannya dari Jakarta. Selain melalui Jakarta, penerbangan ke Jeddah juga dilayani dari kota-kota lainnya seperti Surabaya (3 kali per minggu), Makassar (3kali per minggu), Balikpapan (dua kali per minggu) dan Medan (dua kali per minggu). Selain itu, mulai tanggal 3 Mei mendatang, Garuda Indonesia juga akan membuka rute baru Solo – Banda Aceh – Jeddah pp.

    Sementara itu, sebagai bagian dari program pengembangan armada yang berkelanjutan, sepanjang tahun 2016 Garuda Indonesia Group akan menerima kedatangan total 17 armada baru yang terdiri dari satu Boeing 777300ER, empat Airbus A330-300, empat ATR72-600, dan delapan Airbus A320 untuk Citilink. Dengan demikian, hingga akhir 2016 ini Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan total 188 armada yang terdiri dari 144 armada Garuda Indonesia dan 44 armada Citilink.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.