Ada Dana KUR Rp 1 Triliun untuk Pebisnis Start Up

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, menghadiri keterangan pers di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, 15 Maret 2016. Pemerintah sedang mengkaji pemantauan ulang dan kelayakan operasi Uber Taxi dan Grab Car. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, menghadiri keterangan pers di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, 15 Maret 2016. Pemerintah sedang mengkaji pemantauan ulang dan kelayakan operasi Uber Taxi dan Grab Car. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan memberdayakan dana kredit usaha rakyat (KUR) utuk membantu pengusaha muda dalam merintis bisnis digital atau start up. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara  mengatakan pemerintah akan menggelontorkan sekitar Rp 1 triliun dari total anggaran KUR Rp 120 triliun untuk pengembangan start up.

    "Nanti kami juga akan bebaskan start up untuk uji coba selama satu tahun," kata Rudiantara di Jakarta, Kamis 28 April 2016.

    Rudiantara berharap akan ada banyak lahir start up lokal yang bermunculan tanpa membayar pajak ke negara. "Frekuensi yang dipakai juga tidak berbayar, karena itu kami harapkan bisa merangkul anak muda."

    Sementara itu para pengusaha mengapresiasi rencana pemerintah untuk membantu pebisnis start up. "Menurut saya, itu menolong kami banget," kata Founder Aplikasi Kurio David Wayne Ika kepada Tempo di kawasan SCBD pada Kamis, 28 April 2016.

    Baca Juga: Menteri Rudiantara Ingin KUR Jadi Dana Untuk Start up

    David mengatakan selama ini pelaku bisnis star up lokal kesulitan untuk bersaing dengan platform atau serambi digital yang telah menjelajahi pasar. Mereka sering kali dihadapkan pada persaingan pasar yang sengit. Sementara modal mereka sangat cekak.

    Praktis, dalam setahun-dua tahun pertama, pebisnis start up lokal  mengeluarkan banyak energi untuk bisa bersaing. Berbisnis start up digital membutuhkan dorongan dari pemerintah. "Kalau pemerintah mau mendorong start up, itu sangat menolong sekali."

    Menurut David, developer lokal tidak terlalu muluk meminta bantuaan dari pemerintah. Dia hanya berharap agar pebisnis muda yang baru menjajal peruntungan di start up, dibebaskan dari beban pajak dan berbagai persyaratan legalitas lainnya. Hal ini diharapkan agar pengusaha yang baru merintis dapat melonggarkan ikat pinggang untuk mengembangkan bisnisnya.

    Simak Juga: Jokowi Akan Keluarkan Perpres Reklamasi Teluk Jakarta

    David mengaku telah dua tahun terakhir merintis Applikasi Kurio. Aplikasi pencari artikel unik dan berita menarik itu telah mendapatkan 600 pengguna (user). David terkesan dengan bisnis itu mengingat pengguna sangat aktif.

    Dari catatannya, pembaca rata-rata meluangkan waktu 7-8 menit untuk membaca Kurio. Rencananya, tahun ini David akan mengembangkan pemasaran untuk mendapatkan dua juta pengguna pada akhir tahun ini. "Tapi biaya pengeluarannya jauh lebih besar untuk beriklan di internet," ucap dia.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.