Laju Bursa Saham Asia Melemah, Eropa Variasi, AS Datar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Laju bursa saham Asia bergerak melemah sepanjang hari kemarin. Sementara pergerakan indeks Eropa bervariasi dan bursa saham Amerika bergerak mendatar.

    Kepala Riset Nong Hyup Korindo Indonesia Reza Priyambada mengatakan pelaku pasar di bursa saham Asia cenderung menahan diri. “Belum adanya kepastian akan kebijakan suku bunga dari Bank Sentral Jepang dan The Fed membuat pelaku pasar di bursa saham Asia lainnya cenderung menahan diri,” katanya dalam siaran pers, Kamis, 28 April 2016.

    Indeks Nikkei berada di zona merah selama tiga hari berturut-turut setelah laporan keuangan Mitsubishi Motors Corp dan beberapa perusahaan lainnya dirilis. Laporan tersebut direspon negatif oleh para pelaku pasar di tengah ketidakpastian terkait keputusan Bank Sentral Jepang untuk memberikan stimulus tambahan jelang pertemuan bank itu, minggu ini.

    Indeks Nikkei turun 0,36 persen atau 62,79 poin di 17.290,49. Indeks Kospi juga melemah 0,21 persen atau 4,23 poin di 2.015,40. Indeks Taiwan tutup melemah 0,22 persen atau 18,52 poin di 8.563,05. Di Cina, saham gabungan Shanghai koreksi 0,36 persen atau 10,69 poin di 2.954 dan Shenzhen turun 0,29 persen atau 5,47 poin di 1.876,51.

    Indeks Eropa terlihat bergerak bervariasi di tengah banyaknya sentimen termasuk rilis laporan keuangan kuartal pertama emiten. Sementara itu, keadaan di Yunani kembali menarik perhatian para pelaku pasar setelah Uni Eropa secara resmi menunda pertemuan terkait dana talangan terhadap perekonomian Yunani.

    Reza mengatakan laju bursa saham Amerika akan bergerak mendatar sambil menunggu keputusan The Fed. Pelaku pasar cenderung bersikap "wait and see". Setelah dirilisnya hasil rapat The Fed yang kembali menunda kenaikan suku bunga Fed rate, pasar mendapatkan kepastian. The Fed akan kembali mengadakan rapat pada 14-15 Juni 2016 dengan pertimbangan data ketenagakerjaan Amerika akan kian membaik. Di sisi lain, kembali menguatnya laju harga minyak mentah dunia mampu membuat laju bursa saham Amerika dapat bertahan di zona hijaunya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.