Kementerian Perdagangan Bawa 26 Perajin Pameran di Hong Kong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nus Nuzulia Ishak bersama Gubernur Prefektur Wakayama Yoshinobu Nisaka usai menandatangani joint statement untuk saling mempromosikan produk antara kedua negara di kantor Kemendag, Jakarta, 19 April 2016. TEMPO/Avit Hidayat

    Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nus Nuzulia Ishak bersama Gubernur Prefektur Wakayama Yoshinobu Nisaka usai menandatangani joint statement untuk saling mempromosikan produk antara kedua negara di kantor Kemendag, Jakarta, 19 April 2016. TEMPO/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan membawa 26 pelaku usaha kecil dan menengah ke Hong Kong untuk mempromosikan produk kerajinan mereka di ajang Hong Kong Gifts and Premium Fair 2016 yang berlangsung 27-30 April 2016.

    "Partisipasi pada pameran ini menjadi langkah strategis kami agar produk-produk unggulan karya bangsa, khususnya produk kerajinan dan cinderamata, kian dikenal di pasar global," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak dalam siaran persnya, Rabu, 27 Apri 2016.

    Nus optimistis produk kerajinan Indonesia sukses meraih peluang di ajang pameran produk premium dan cinderamata terbesar di dunia itu.

    Hingga 2014, Indonesia merupakan penyuplai produk kerajinan utama dunia dari kawasan ASEAN, berada di urutan 12 dengan memasok 1,37 persen kebutuhan kerajinan dunia.

    Nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada 2015 naik 1,42 persen dan total nilainya mencapai US$ 704,2 juta.

    Negara-negara tujuan ekspor produk kerajinan Indonesia antara lain Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Jerman, dan Inggris.

    "Peran Hong Kong sebagai salah satu pusat logistik penting di Asia, di antaranya sebagai hub dan distribusi impor, diharapkan menjadi salah satu momentum mengembalikan keperkasaan kerajinan Indonesia serta menggenjot ekspor di tahun ini," kata Nus.

    Sementara itu, stan Rumah Indonesia yang bertema "Remarkable Indonesia" di Hong Kong Gifts and Premium Fair 2016 luasnya 144 meter persegi dan memamerkan aneka produk seperti furnitur, dekorasi rumah, fesyen, aksesori, produk spa, alat tulis, perhiasan perak dan batu-batuan, serta produk kreatif seperti gitar batik.

    Produk-produk yang ditampilkan telah melalui tahap seleksi dan kurasi ketat oleh Dewan Kerajinan Nasional, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

    Tahun lalu, Hong Kong Gifts and Premium Fair diikuti 4.262 peserta dari 38 negara dan dikunjungi 51.575 pembeli internasional.

    Kementerian Perdagangan berharap ajang itu bisa menjadi sarana menjalin hubungan bisnis antara produsen Indonesia dan pelaku usaha Hong Kong maupun internasional serta meningkatkan hubungan perdagangan di antara kedua negara.

    "Kami harapkan citra positif produk kerajinan dapat semakin terbangun di pasar global," kata Nus.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.