Potensi Wisata Tinggi, AirAsia Incar Rute Malang-KL  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung bersantai di atas pasir putih di kawasan ekowisata pantai Tiga Warna, di Sendang Biru, Malang, Jawa Timur, 27 Oktober 2015. Karena masuk dalam wilayah konservasi, pengunjung pantai ini dibatasi hanya 100 orang perhari dengan durasi waktu berkunjung selama 2 jam. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pengunjung bersantai di atas pasir putih di kawasan ekowisata pantai Tiga Warna, di Sendang Biru, Malang, Jawa Timur, 27 Oktober 2015. Karena masuk dalam wilayah konservasi, pengunjung pantai ini dibatasi hanya 100 orang perhari dengan durasi waktu berkunjung selama 2 jam. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Penerbangan AirAsia berancang-ancang membuka flight baru rute Malang-Kuala Lumpur karena potensi wisatanya tinggi. Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyamoko mengatakan pembukaan rute Malang-Kuala Lumpur itu bisa direalisikan jika status Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, sudah dinyatakan sebagai bandara internasional.

    Positioning kami memang pada penerbangan internasional sehingga dikonsentrasikan membuka rute penerbangan internasional,” ujarnya di sela-sela Grand Launching AirAsia Travel Service Center (ATSC) Kirana Tour and Travel Malang di Malang, Rabu (27 April 2016).

    Di samping itu, harus ada persyaratan administratif yang harus ada dalam penerbangan internasional, yakni pabean, imigrasi, dan karantina.

    Dari sisi potensi, dia yakin, rute Malang-Kuala Lumpur sangat menjanjikan. Karakteristik Malang sebagai tujuan wisata mirip seperti Kota Bandung sehingga diharapkan menjadi kisah sukses kedua setelah AirAsia membuka penerbangan rute Bandung-Kuala Lumpur.

    “Kalau pembukaan rute Malang-Kuala Lumpur bisa terealisasi, maka hal itu merupakan salah satu kontribusi AirAsia dalam mengembangkan pariwisata di Indonesia,” ujarnya.
    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.