Gula Kristal Kebumen Tembus Pasar Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membawa gula kristal siap distribusi di Pabrik Gula Toelangan, Desa Tulangan, Sidoarjo (20/8). Pabrik gula yang berdiri sejak tahun 1850 ini mampu menggiling hingga 1400 ton/hari dengan jumlah produksi 1100 kuintal gula setiap harinya. TEMPO/Fully Syafi

    Pekerja membawa gula kristal siap distribusi di Pabrik Gula Toelangan, Desa Tulangan, Sidoarjo (20/8). Pabrik gula yang berdiri sejak tahun 1850 ini mampu menggiling hingga 1400 ton/hari dengan jumlah produksi 1100 kuintal gula setiap harinya. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gula kristal dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, merupakan salah satu produk unggulan yang telah menembus pasar nasional maupun internasional. Saat ini pasar Amerika setiap bulannya membutuhkan sekitar 300 ton gula dan pasar Eropa membutuhkan sekitar 500 ton.

    Produk ini memiliki potensi yang sangat bagus dan dapat berkembang dengan baik serta memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik dengan menerapkan sistemproduksi dan pemasaran yang profesional.

    Saat ini, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, perajin gula semut yang didampingi berjumlah 487.

    Gula semut juga diklaim aman dikonsumsi oleh para penderita diabetes. Pasalnya gula semut adalah gula organik yang dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet kimia. Bukan hanya itu, gula ini juga dinilai mengandung antioksidan, yang baik untuk tubuh.

    Salah satu pengrajin gula semut, Maidan warga Desa Karanggadung Kecamatan Petanahan mengatakan, pembuatan gula semut memang dilakukan dengan cara alami dan tanpa menggunakan pengawet kimia. Pengawet yang digunakan menggunakan kulit manggis dan kapur sirih.

    Menurutnya, nira yang akan digunakan untuk membuat gula semut harus benar-benar nira yang baru. Nira harus dimasak dengan segara, sesaat setelah diturunkan dari pohon kelapa. Pasalnnya jika lebih dari satu jam, maka akan terjadi fermantasi yang membuat nira tersebut terasa masam.

    “Makannya banyak pengrajin gula menggunakan bahan pengawet, hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi fermentasi,” tuturnya, seperti dikutip laman Pemprov Jateng, Rabu, 27 April 2016.

    Untuk mengembangkan pemasaran, perajin gula semut membuat inovasi baru yakni gula semut dalam kemasan. Bahkan gula semut kini memiliki varian rasa seperti rasa jahe, temulawak, kencur, daun sirsak dan lainnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.