Pendapatan Apple Turun, Penjualan Terendah Terjadi di Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Cook dan Apple Inc. REUTERS/Stephen Lam

    Tim Cook dan Apple Inc. REUTERS/Stephen Lam

    TEMPO.COLondon - Raksasa teknologi asal Amerika, Apple Inc, melaporkan bahwa pendapatannya menurun 13 persen dalam kuartal II tahun ini. Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Rabu, 27 April 2016, pendapatan Apple menurun seiring dengan menurunnya penjualan iPhone yang tidak sesuai harapan.

    Pada kuartal ini, pendapatan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs tersebut hanya US$ 50,56 miliar. Angka tersebut turun dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni US$ 58 miliar. Penurunan itu pun menjadi penurunan penjualan pertama Apple sejak 2003.

    Apple berhasil menjual sebanyak 51,2 juta iPhone dalam kuartal ini. Menurun dibandingkan kuartal yang sama pada 2015, yakni sebanyak 61,2 juta ponsel. Penjualan terendah terjadi di Cina, di mana penjualan Apple menurun 26 persen. Penguatan dolar juga mempengaruhi penurunan tersebut.

    Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook mengatakan performa perusahaannya masih bagus walaupun menghadapi berbagai tantangan makro yang cukup kuat. Namun keuntungan Apple pun menurun pada kuartal ini, menjadi US$ 10 miliar dari kuartal sebelumnya US$ 13,5 miliar.

    Apple juga mengumumkan mereka akan mengembalikan US$ 50 miliar kepada para pemegang saham menyusul adanya peningkatan saham buyback dan peningkatan dividen mereka sebesar 10 persen pada kuartal ini.

    Saham Apple jatuh 8 persen dalam kurun waktu satu jam seusai melantai di bursa. Saham mereka pun jatuh hampir sebesar 20 persen dalam 12 bulan terakhir. Meskipun begitu, sektor jasa Apple, seperti App Store, Apple Store, dan Apple Music, tumbuh 20 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama pada 2015.

    BBC | ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.